Sabtu, 06 April 2013

DAMPAK POSITIF MODERNISASI

Pada dasarnya semua bangsa dan masyarakat di dunia ini senantiasa terlibat dalam proses modernisasi, meskipun kecepatan dan arah perubahannya berbeda – beda. Proses modernisasi sangat luas, hampir tidak dapat dibatasi ruang lingkup dan masalahnya, mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, politik dsb. Menurut Wijoyo Nitisastro; Modernisasi mencakup suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern (teknologi dan organisasi sosial) kearah pola-pola ekonomis dan politis. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto: Modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial, yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan (social planning).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat digaris bawahi, Modernisasi adalah proses transformasi dari suatu perubahan kearah yang lebih maju atau meningkat dalam kehidupan masyarakat. Modernisasi juga dapat diartikan
sebagai kegandrungan untuk menerima gagasan-gagasan baru, mencoba metode-metode baru, dan menyatakan pendapat, serta peka terhadap waktu, dan kepercayaan terhadap Iptek.
Modernisasi

Modernisasi berasal dari kata modern (maju), modernity (modernitas), yang diartikan sebagai nilai-nilai yang berlaku dalam aspek ruang, waktu, dan kelompok sosial lebih luas atau universal. Sedangkan yang lazim dipertentangkan dengan konsep modern adalah tradisional, yang berarti sesuatu yang diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Modernisasi menunjukkan suatu perkembangan dari struktur sistem sosial, suatu bentuk perubahan yang berkelanjutan pada aspek-aspek kehidupan ekonomi, politik, pendidikan, tradisi dan kepercayaan dari suatu masyarakat, atau satuan sosial tertentu. Modernisasi juga merupakan proses perubahan masyarakat beserta dengan kebudayaannya dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju modern.
Modernisasi dan globalisasi merupakan suatu perkembangan baru yang memunculkan pengaruh-pengaruh yang menguntungkan maupun merugikan, oleh sebab itu sebaiknya proses modernisasi dan globalisasi harus di seleksi secara matang dan bijaksana agar tidak menimbulkan pengkerdilan kemampuan manusia, serta pengkerdilan struktur budaya masyarakat setempat. Melalui modernisasi dan globalisasi akan terjadi suatu aliran ilmu pengetahuan,teknologi,dan budaya-budaya khususnya dari Negara-negara maju menuju ke Negara-negara berkembang dan terbelakang, disisi lain aliran ilmu pengetahuan dan teknologi budaya ini pasti akan menggusur dan memarginalkan budaya-budaya lokal.

Modernisasi di bidang Busana
Mode, adalah gerak masyarakat berpakaian dalam gaya tertentu sesuai ekspresi masanya (Zaman, 2001:1), sedangkan busana merupakan kebutuhan biologis (biological needs) dan kebutuhan kebudayaan (culture needs), bahkan saat ini sudah berkembang menjadi kebutuhan gaya hidup (life style needs). Busana tidak hanya menjadi alat untuk melindungi tubuh dari pengaruh udara sekitarnya, tetapi merupakan sarana untuk mengekspresikan diri bagi pemakainya.
Perkembangan busana yang makin pesat, dan siklus mode berputar silih berganti, mode busana yang diterima oleh masyarakat akan menjadi trend busana, sedangkan mode yang tidak diterima akan diabaikan begitu saja. Perkembangan teknologi yang semakin mengglobal, membuat gaya busana cepat berkembang, sehingga mode yang sedang digemari di negara lain dapat segera diadaptasi juga oleh masyarakat di Indonesia melalui modernisasi di bidang teknologi yang bernama internet. Modernisasi teknologi, membawa dampak yang hebat pada sektor lain diantaranya yaitu busana.
Modernisasi fashion atau busana, dapat diartikan sebagai perubahan suatu budaya dalam arti kebiasaan seseorang yang tradisional menjadi lebih modern atau mengikuti perubahan jaman. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia banyak yang berkiblat ke adat barat, namun apa boleh dikata budaya barat memang sudah terlanjur menjadi bagian dari budaya busana masyarakat kita dan tidak mungkin untuk di hilangkan lagi.

Modernisasi di bidang fashion,

erlangsung sangat cepat bersamaan dengan perkembangan teknologi, Perkembangan teknologi yang semakin mengglobal, membuat gaya busana cepat berkembang, sehingga mode yang sedang digemari di negara lain dapat segera diadaptasi juga oleh masyarakat di Indonesia. Busana yang berkembang begitu cepat, sering membuat kejutan bagi orang-orang yang bergerak di bidang busana, karena sering terjadi hal-hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dampak Modernisasi Busana
Modernisasi sesungguhnya merupakan suatu perkembangan dari nasionalisasi, yaitu suatu gerakan untuk membuat segala sesuatu menjadi rasional dan dapat di terima oleh nalar manusia dampaknya adalah budaya-budaya tradisional yang bersifat irasional akan termarginalisasikan bahkan hanyut oleh budaya-budaya modernisasi. Kondisi yang demikian ini telah membuat masyarakat dunia menjadi suatu system pergaulan, apalagi dengan dibukanya system perdagangan bebas dari seluruh masyarakat dunia. Upaya-upaya ini berbentuk perombakan pandangan-pandangan irasional menjadi pandangan-pandangan yang rasional sehingga efektivitas dan produktifitas manusia meningkat.
Dampak dari adanya modernisasi di bidang busana terhadap budaya busana Indonesia amat beragam, tidak semuanya berdampak negatif, namun ada juga yang berdampak positif. Dampak negatif dari modernisasi busana, menjadikan budaya busana asli Indonesia semakin terkikis, selain itu modernisasi ini menjadikan banyak anak muda atau remaja yang gaya busana mereka berubah/meniru gaya selebritis.

Dampak positifnya,
 masyarakat kita menjadi tidak ketinggalan jaman dalam bidang fashion, perkembangan mode yang terjadi di belahan dunia lain, saat ini juga sudah dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat lewat teknologi internet.
Sebagaimana disinggung di atas, bahwa di balik keuntungan akibat modernisasi busana, juga muncul pengaruh-pengaruh negatif yang merugikan kelompok-kelompok masyarakat tertentu yaitu: modernisasi busana yang sering kali menjadikan perilaku masyarakat yang konsumtif, penurunan kualitas moral manusia (demoralisme), keresahan sosial yang diakibatkan oleh mode yang terlalu vulgar, dan meningkatnya sikap egois dan materialis.
Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, seperti perubahan dari masyarakat tradisional menjadi modern, ternyata tidak seluruh masyarakat dapat menerimanya, tetapi ada sebagian masyarakat yang tidak dapat menerimanya. Masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan biasanya masih memiliki pola pikir yang tradisional dan kental, sehingga mereka tidak mudah dengan begitu saja dipengaruhi dengan hal-hal yang baru, apalagi yang kaitannya dengan keyakinan atau sistem kepercayaan yang telah diyakini secara turun temurun.
Masyarakat tradisional cenderung lebih sulit menerima budaya asing yang masuk ke lingkungannya, namun ada juga masyarakat yang mudah menerima budaya asing dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan unsur budaya asing tersebut biasanya membawa kemudahan dan manfaat yang besar bagi kehidupannya, atau unsur kebudayaan yang mudah menyesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut.

Modernisasi Busana di Indonesia

Jaman modern diawali dengan adanya revolusi industri di Negara-negara belahan barat. Imbas dari revolusi tersebut sangat luar biasa dan menyusup pada hampir seluruh bangsa-bangsa di dunia, termasuk di Indonesia. Revolusi industri
melahirkan teknologi dalam banyak segi kehidupan manusia, di antaranya industri pakaian/busana. Unsur-unsur kehidupan lama yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat mendapat pupuk modernism, yang kemudian bangkit dan berorientasi ke Barat. Dalam urusan tata busana, pengaruh modern ini benar-benar sangat mencengangkan, apapun yang dihasilkan oleh para perancang mode di Barat dalam sekejap dapat disaksikan di sini melalui berbagai media elektronik maupun cetak.
Pakaian mencerminkan emosi pemakainya, sekaligus mempengaruhi perilaku orang lain. Ketika kita berjumpa dengan seseorang, kita akan mengkategorikan orang tersebut dalam satu kategori yang terdapat di dalam memori kita. Kita akan segera mengelompokkan orang tersebut ke dalam kategori mahasiswa, cendekiawan, penjahat, dsb. Penetapan kategori itu berdasarkan gambaran yang tampak, petunjuk wajah, petunjuk bahasa dan petunjuk artifaktual. Dalam waktu yang singkat, pada umumnya seseorang menggunakan petunjuk artifaktual, dalam hal ini busana. Karena busana terlihat sebelum terdengar.
Busana yang bersumber dari kebudayaan daerah, kini hanya dikenakan dalam peristiwa-peristiwa tertentu saja, seperti untuk kepentingan upacara adat, sedangkan dalam hidup sehari-harinya masyarakat pada umumnya lebih suka menggunakan busana yang cenderung ke barat-baratan dengan berbagai pertimbangan antara lain; praktis, dalam arti mudah dikenakan untuk setiap kesempatan.
Berbusana sesungguhnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan biologis untuk melindungi tubuh dari cuaca, akan tetapi sangat berkaitan erat dengan adat istiadat maupun pandangan hidup masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat di daerah, ketika mereka berbusana pada umumnya sangat memperhatikan ragam busananya dan mengaitkan dengan peristiwa-peristiwa tertentu, selain tentu saja dengan kedudukan sosial si pemakai. Secara implisit, fungsi busana bagi manusia semakin berkembang dan kompleks sejalan dengan makin meningkatnya peradaban manusia. Suatu karya seni dalam hal ini seni menciptakan busana, perhiasan dan kerajinan lainnya bukan semata-mata sebagai benda fungsional atau benda kebudayaan yang mempunyai isi melainkan juga mencerminkan nilai-nilai tertentu yang merupakan kekayaan budaya suatu bangsa.

Perilaku Berbusana Remaja
Remaja adalah masa transisi dimana seorang anak-anak beranjak menjadi lebih dewasa, masa seseorang sedang mencari identitas diri, masa yang labil yang sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru dalam kehidupannya. Pada saat-saat seperti inilah diharapkan para remaja mendapatkan perhatian yang ekstra dari orang tuanya, dan mendapatkan pergaulan serta lingkungan yang baik.
Pengaruh dari luar sangat mudah merasuki kehidupannya yang masih sangat labil, contohnya; pengaruh gaya jajan, gaya bicara, gaya hidup, serta gaya busananya. Mereka sangat bangga jika dapat tampil meniru gaya selebriti, atau bergaya kebaratan, pada usia ini mereka menganggap semua yang tradisional adalah kuno dan ketinggalan jaman, serta tidak layak untuk diikuti lagi.
Remaja mempunyai banyak cara untuk mencari perhatian. Beberapa di antaranya adalah tampil dengan gaya busana yang berani tampil beda dari yang lain. Mereka, kaum remaja sering terlihat aneh dengan penampilan yang kadang mengundang kontroversi. Gaya hidup remaja khususnya remaja puteri yang senang mengenakan pakaian minim yang kelihatan auratnya, merupakanm salah satu perilaku yang kurang baik dan tidak sopan. Sebab tindakan tersebut dapat menarik perhatian dan gairah seks lawan jenisnya sehingga perilaku tersebut merupakan salah satu pemicu/penyebab tindak kejahatan yaitu pemerkosaan. Sebagai remaja yang beradab, tentunya harus dapat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan kesantunan dalam berpakaian. Selain itu ajaran agama juga merupakan cara yang efektif dalam mencegah terjadinya prilaku seperti ini. Karena dalam agama tertuang ajaran-ajaran mengenai cara berbusana yang baik dan bernar. Serta akibat-akibat buruk yang bisa terjadi pada wanita yang berbusana seperti telanjang, baik akibat buruk didunia maupun diakhirat kelak.
Modernisasi dalam bidang busana, hendaknya tetap berarti suatu kemajuan yang rasional dalam segala bidang, maksudnya, meskipun kita berkiblat pada budaya barat, namun pertimbangan-pertimbangan rasional, seperti segi kepantasan, memperhatikan situasi dan kondisi di mana busana itu dikenakan tetap harus diperhatikan. Modernisasi dalam bidang busana, juga berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup di masyarakat, maksudnya adat istiadat dan tradisi kesopan santunan dalam berbusana jangan diabaikan, sehingga kultur budaya Indonesia benar-benar tidak akan hilang dari bumi ini.

Kesimpulan
Modernisasi dapat berakibat suatu kemajuan, atau mungkin kemunduran pada masyarakat. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kecakapan-kecakapan, kemajuan ilmu pengetahuan dan penguasaan terhadap perkembangan teknologi.
Remaja tidak perlu harus berubah seperti orang Barat untuk menunjukkan identitasnya, hal-hal baik pada perkembangan busana yang sesuai dengan kultur dan agama boleh diambil, akan tetapi mode yang tak sesuai dengan adab dan tata kesusilaan Negara kita hendaknya diabaikan. Unsur-unsur positif yang meliputi perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, industri, dll, tidak ada salahnya untuk ditiru, diadopsi atau dibeli, selama tujuan kita untuk kebaikan.
Apapun alasannya, setiap masyarakat dituntut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan terhadap teknologi. Modernisasi dan Westernisasi harus dihadapi dengan rasional dan manusiawi, kita harus mempersiapkan filter agar tak salah dalam menafsirkan dan menggunakannya. Hendaknya kita juga tidak menutup diri, tetapi juga jangan terlalu bebas dalam menerima kultur budaya barat, yang sangat praktis dan cenderung terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar