Dari lahir hingga matinya,
manusia tak akan lepas dari proses mengumpulkan pengetahuan. Contoh paling
mudah adalah pengetahuan yang didapat melalui proses sensori indera.
Pengetahuan tentang warna, tentang nada, tentang perbedaan
panas dingin semuanya didapat melalui pengalaman langsung inderawi.
Pengalaman inderawi hanya menjadi bagian kecil bagaimana
manusia memperoleh pengetahuan. Dalam perkembangannya, cara memperoleh pengetahuan
telah merentang sedemikian jauh diiringi dengan ragam pengetahuan itu sendiri
Pengetahuan dapat diperoleh kebenarannya dari dua
pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah dan ilmiah. Pada pendekatan non ilmiah
ada beberapa pendekatan yakni akal sehat, intuisi, prasangka, penemuan dan
coba-coba dan pikiran kritis.
Pendekatan ilmiah adalah
pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol
oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu
sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori
sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan
kebenarannya.
pendekatan
non-ilmiah :
Akal sehat
Menurut Conant yang dikutip
Kerlinger (1973) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual
yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata
yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus.
Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat
pula menyesatkan.
Intuisi
Intuisi adalah penilaian terhadap
suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya
didapat dengan cepat tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam
pendekatan ini tidak terdapat hal yang sistemik.
Prasangka
Pengetahuan yang dicapai secara
akal sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian
membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan
akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
Penemuan coba-coba
Pengetahuan yang ditemukan dengan
pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba-coba
atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang
menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak
selalu sama. Sebagai contoh seorang anak yang mencoba meraba-raba dinding
kemudian tidak sengaja menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak
tersebut terperangah akan hal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun
mengulangi hal yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti
akan hal tersebut
Pikiran Kritis
Pikiran kritis ini biasa didapat
dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak
dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat
tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya
hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.
Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah
pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol
oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu
sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori
sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan kebenarannya.
Menurut Charles Price ada 4 macam cara untuk memperoleh
pengetahuan:
1. Percaya
Seseorang akan mendapat pengatahuan karena ia percaya pada
hal tersebut adalah benar.
2. Wibawa
Sesuatu akan dianggap benar,apa bila seseorang yg berwibawa
menyatakan benar
3.Apriori
Merupakan suatu keyakinan/pendirian/anggapan sebelum
mengetahuai (melihat,mendengar,menyelidiki) keadaan tertentu.
4. Metode Ilmiah
Seseuatu dianggap ilmiah apa bila memiliki patokan yg
merupakan rambu2 untuk menentukan benar atau salah.
Ilmu pengetahuan dianggap Alamiah apabila memenuhi 4 syarat
yaitu
• Objektif
Pengetahuan itu sesuai dengan Objek
• Metodik
Pengetahuan itu diperoleh dengan cara2 tertentu dan
terkontrol
• Sistemati
Pengetahuan ilmiah itu tersusundalam suatu system, tidak
berdiri sendiri satu sama lain saling berkaitan ,saling menjelaskan,sehingga
keseluruhan menjadi kesatuan yg utuh.
• Berlaku Umum/ Universal
Pengetahuan tidak hanya diamati hanya oleh seseorang atau
oleh beberapa orang saja ,tapi semua org dengan eksperimentasi yg sama akan
menghasilkan sesuatu yg sama atau konsisten.
Ada 2 pokok untuk memperoleh pengetahuan yitu
1. Empiris
Yaitu pengetahuan yg disusun berdasarkan pada pengalaman,
paham yg dikembangkan disebut Empiris. Bagi kaum rasionalis berpendapat
pengetahuan manusia diperoleh melalui penalaran rasional yg abstrak,namun
diperoleh melalui pengalaman yg kongkrit.
2. Rasionalisme
Yaitu suatu cara yg didasarkan pada suatu rasio. Padanganya
menyatakan rasio merupakan sumber dan pangkal dari segala pengertian hanya
rasio sajalah yg dapat membawa orang kepada kebenaran dan dapat memberi
petunjuk dalam segala jalan pikiran<b><b></b></b>
NAMA : TIA RAHMAWATI DEWI
NPM : 17512345
KELAS : 1PA04 PSIKOLOGI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar