Selasa, 14 Oktober 2014

#1 PSIKOLOGI MANAJEMEN


#PENGERTIAN MANAJEMEN, JENIS DAN TUJUAN MANAJEMEN

Pengertian Manajemen - Secara Etimologis, Manajemen adalah kosa kata yang berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang belum ada kata yang mapan dan diterima secara universal sehingga pengertiaanya untuk masing-masing para ahli masih memiliki banyak perbedaan.
Secara umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Dalam hal ini manajemen dibedakan menjadi 3 bentuk karakteristik,adalah:
·         Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan.  
·         Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi.  
·         Mendapatkan hasil-hasil ini dengan berkerja sama dengan sejumlah orang dan memanfaatkan sumber-sumber dimiliki si organisasi.
Ditinjau dari segi fungsinya, manajemen memiliki 4 fungsi dasar manajemen yang menggambarkan proses manajemen, semuanya terangkum sebagai berikut:  
 
Perencanaan

Perencanaan melibatkan urusan memilih tugas yang harus di lakukan untuk mempertahankan tujuan organisasi, menjelaskan bagaimana tugas harus dilaksanakan, dan memberi indikasi kapan harus dikerjakan.
Aktivitas perencanaan memfokuskan pada mempertahankan tujuan. Para manajer menegaskan secara jelas apa yang organisasi harus lakukan agar berhasil. Perencanaan fokus terhadap kesuksesan dari organisasi dalam jangka waktu pendek dan juga jangan panjang.

Pengorganisasian

Pengorganisasian yakni memberi tugas sebagai hasil dari tahapan perencanaan, tugas tersebut di berikan kepada beragam individu atau grup didalam organisasi. Mengorganisir adalah untuk menciptakan mekanisme untuk menjalankan rencana.

Pengaruh

Pengaruh merupakan sebuah motivasi, kepemimpinan atau arah. Pengaruh dapat di definisikan sebagai bimbingan dari aktivitas dari anggota organisasi dalam arah yang dapat membantu organisasi lebih terarah untuk mencapai hasil atau target.

Pengendalian

Pengendalian merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer:  
1.      Mengumpulkan informasi untuk mengukur performa.  
2.      Membandingkan performa masa kini dengan sebelumnya.   
3.      Menentukan aksi selanjutnya dari rencana dan melakukan modifikasi untuk menuai parameter performa diharapakan

Pengertian manajemen menurut para ahli

Menurut G.R. Terry:
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.

Menurut Hilman:
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut Ricky W. Griffin:
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Menurut Drs. Oey Liang Lee:
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut William H. Newman:
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.

Menurut Renville Siagian:
Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.

Menurut Prof. Eiji Ogawa:
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Menurut Federick Winslow Taylor:
Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.

Menurut Henry Fayol:
Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.

Lyndak F. Urwick:
Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan)

JENIS-JENIS MANAJEMEN

 Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

•         Kompetensi Umum
-          Seleksi
-          Penilaian kinerja
-          Perencanaan karir

•         Kompetensi Khusus
-          Staffing
-          Evaluasi kinerja
-          Pelatihan
-          Pengembangan
-          Reward & recognition

Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

•         Kompetensi umum
-          ahli pemasaran internasional
-          manajemen merk
-          sistem informasi pemasaran
-          pemasaran internet
-          pemasaran relasional atau pemasaran jasa.

•         Kompetensi Khusus
-          Komunikasi Pemasaran
-          Kebijakan Harga
-          Peramalan Penjualan
-          Statistika Bisnis
-          Manajemen Pembelian & Penjualan
-          Bisnis Eceran
-          Manajemen Pemasaran,

Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
•         Kompetensi Umum
-          Memahami sistem produksi
-          Memahami proses material handling
-          Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)

•         Kompetensi Khusus
-          Memahami perkembangan manajemen produksi
-          Memahami penentuan lokasi pabrik
-          Menyusun tata letak peralatan pabrik
-          Memahami perencanaan produk
-          Memahami rancang bangun proses produksi
-          Memahami teknik pemeliharaan
-          Memahami perencanaan kebutuhan material

 Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

•         Kompetensi Umum
-          ahli pasar modal dan investasi
-          manajemen risiko
-          manajemen keuangan internasional
-          manajemen keuangan dan perbankan syariah.

•         Kompetensi Khusus
-          membuat dan mengendalikan anggaran perusahaan
-          menghitung pajak-pajak yang harus ditanggung perusahaan.
-          munyusun dan merealisasikan manajemen keuangan untuk meningkatkan kinerja     keuangan perusahaan.

  Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
•         Kompetensi Umum
1.      Mempunyai kemampuan manajemen dalam bekerja kelompok Mampu membuat        rencana       bisnis
2.      Memahami konsep Jaringan Menguasai bahasa inggris secara pasif
3.      Menguasai algoritma dan bahasa pemrograman
4.      Menguasai Syntax SQL
5.      Menguasai Aplikasi database
6.      Menguasai design grafis
7.      Menguasai syntax html
8.      Mampu mengembangkan wirausaha

•         Kompetensi Khusus

1.         Mampu memahami permasalahan yg timbul dilingkungan yg akan dihadapi.
2.         Mampu Menganalisis kebutuhan system
3.         Mampu membuat model alternatif penyelesaian masalah
4.         Mampu merancang kebutuhan system
5.         Memahami konsep struktur database
6.         Mampu menjembatani kebutuhan database
7.         Mampu menyajikan informasi dari data yang ada
8.         Mampu membangun dan memanipulasi data
9.         Memahami konsep design WEB
10.     Menguasai bahasa pemrograman berbasis web
11.     Menguasai aplikasi web server
12.     Menguasai cara dan teknik publishing web

 Manajemen Strategi, Secara sederhana manajemen dapat di artikan sebagai Perencanaan, Pengorganisasian, Pergerakan, Pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan.

•         Kompetensi umum
-          Menciptakan persaingan tidak sempurna

Dalam persaingan sempurna semua organisasi menghasilkan produk yang serupa sehingga bebas keluar masuk ke dalam pasar. Suatu organisasi dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan menciptakan persaingan tidak sempurna yaitu dengan cara memberikan kualitas yang tinggi di aspek-aspek  tertentu.

-          Berkesinambungan
Keunggulan bersaing harus bersifat berkesinambungan bukan sementara dan tidak mudah ditiru oleh para pesaing.

-          Kesesuaian dengan lingkungan internal
Keunggulan bersaing dapat diraih dengan menyesuaikan kebutuhan atau permintaan pasar. Karena lingkungan eksternal bisa berupa ancaman dan peluang, sehingga perubahan pasar dapat meningkatkan keunggulan atau kelemahan suatu organisasi.

-          Keuntungan yang tinggi daripada keuntungan rata-rata
Sasaran utama keunggulan bersaing adalah mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi daripada keuntungan rata-rata orrganisasi-organisasi lainnya

•         Kompetensi khusus
Keunggulan bersaing merupakan hal khusus yang dimiliki atau dilakukan suatu organisasi yang memberinya kekuatan untuk menghadapi pesaing. Kompetensi ini bisa berwujud opini atau merek yang mempunyai persepsi kualitas tinggi. ( misalnya;  opini: Pengelolaan administrasi yang rapi, terkenal bersih atau bebas KKN/Korupsi Kolusi Nepotisme, Tepat waktu. Merek: Coca cola, IBM, BMW, Mc Donald’s).
Manajemen operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien. Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa).

•         Kompetensi Umum
-          ahli manajemen proyek
-          manajemen logistik dan perencanaan pengendalian kualitas.    
 
•         Kompetensi Khusus
-          Menyusun alur produksi dan layout tempat kerja berdasarkan pada analisis proses   kinerja   prosedur kerja dan trasportasi.
-          Membuat layout tempat kerja
-          Menyusun perbaikan lingkungan ditempat kerja

PSIKOLOGI MANAJEMEN
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Sumber Daya Organisasi
- Sumber Daya Manusia
- Sumber Daya Informasi
- Sumber Daya Fisik
- Sumber Daya Keuangan
- Sumber Daya Alam

# PENGERTIAN PERENCANAAN, MANFAAT DAN JENIS PERENCANAAN.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi perencanaan:

Perencanaan adalah suatu proses yang tidak pernah berakhir. Apabila sebuah rencana telah ditetapkan, maka dokumen menyangkut perencanaan terkait harus diimplementasikan Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pengambilan keputusan tentang "apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.

1.  DEACON; Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok, yang dipandang paling penting dan yang akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan
2.  DRUCKER; Perencanaan adalah suatu proses yang diorganisasi dan dilaksanakan secara sistematis dengan emnggunakan pengetahuan yang ada sesuai keputusan yang telah ditetapkan bersam

3.  GOETZ; Perencanaan adalah kemampuan memilih satu kemungkinan dari berbagai kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan.

4.  ANONIM; Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis untuk mencapai yujuan yang telah ditetapkan . diputuskan bersama

5.  GEORGE PICKETT & JOHN J. HANLON; Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana mencapai suatu tujuan begitu tujuan itu ditetapkan

6.  STONER ; Perencanaan adalahproses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi. Perencanaan adalah proses menetapkan sasaran atau tujuan dan tindakan yang perlu untuk mencapai tujuan (goal) tersebut

7.  CUNINGHAM; Perencanaan adalah menyelesi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan emformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian

8.  HUSEIN UMAR; Perencanaan merupakan kegiatan atau proses membuat rencana yang kelak dipakai perusahaan dalam rangka melaksanakan pencapaian tujuannya

Pengertian perencanaan
Dalam proses manajemen, yang menjadi titik awalnya adalah perencanaan. Jadi perencanaan sebagai awal kita melakukan proses manajemen sebelum kita melakukan pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan.
Menurut George R. Terry perencanaan adalah: “planning is the selecting and relating of fact and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulating of proposed activities believed necessary to achieve desired result”.
Dalam pengertian tersebut bisa kita simpulkan antara lain:

    Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan keterangan kongkret.

    Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.

    Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.

Manfaat Perencanaan
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.    Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b.    Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c.    Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d.   Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e.    Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f.     Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g.    Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h.    Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i.      Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j.      Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k.    Menghemat waktu, usaha dan dana.

     Kelemahan Perencanaan
Perencanaan juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya:
a.    Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata
b.    Perencanaan cenderung menunda kegiatan
c.    Perencanaan mungikn terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi
d.   Perencanaan mempunyai nilai praktis yang terbatas.
e.    Kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual da       penanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi; dan
f.     Ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.

            Meskipun perencanaan mempunyai kelemahan-kelemahan tersebut, manfaat-manfaat yang didapat dari perencanaan jauh lebih banyak. Oleh karena itu perencanaan tidak hanya seharusnya dilakukan, tetapi harus dilakukan. 

Alasan-Alasan Adanya Perencanaan

Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai:
1.    Protective benefit, yang duhasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan
2.    Positive benefit dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi

JENIS PERENCANAAN DALAM ORGANISASI :

Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.

1.      Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.

2.      Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian
Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.

3.      Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.

4.      Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.
  
#PENGERTIAN KEPEMIMPINAN DAN TEORI 

Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan       

Pimpin artinya bimbing, tuntun. Memimpin artinya membimbing, menuntun, dan menunjukkan. Pemimpin atau leader adalah orang yang memimpin atau seseorang yang mempergunakan wewenang dan mengarahhkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Beberapa ahli mengatakan tentang arti pemimpin, diantaranya:

a) Menurut Herbert A Simon,
Pemimpin adalah seorang yang dapat mempersatukan orang- orang dalam mengejar suatu tujuan.

b) Menurut Prof Dr H Arifin Abdurrahman
Pemimpin adalah orang yang dapat menggerakkan orang- orang yang ada di sekelilingnya untuk mengikuti jejak pemimpin itu.

c) Menurut Lao Tzu
Pemimpin yang terbaik adalah orang yang dapat membantu mengembangkan orang lain sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpin itu.

Kepemimpinan mempunyai beberapa pengertian, diantaranya:

a) Cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.
b) Seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, Kemampuan untuk membimbing orang- orang yang ada di sekelilingnya.
c) Seni untuk mengkoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu dan kelompok guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Begitu pentingnya peranan kepemimpinan dalam usaha mencapai tujuan suatu organisasi sehingga dapat dikatakan bahwa kesuksesan atau kegagalan yang dialami sebagian besar organisasi ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh orang yang memimpin oraganisasi itu.
Sukses tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan, tergantung atas cara- cara memimpin yang dipraktekkan oleh orang- orang atasan itu.

Teori- teori Kepemimpinan

1. Teori Genetis
Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat- bakat kepemimpinan. Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan (leaders are born). Dalam keadaan yang bagaimanapun seorang ditempatkan, karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, satu kali kelak ia akan muncul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong kepada pandangan yang fatalistis dan deterministis.

2. Teori Sosial
Merupakan kebalikan inti teori genetis. Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dibentuk dan ditempa (leaders are made). Teori ini menganut paham egalitarianistik, oleh karenanya para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.

3. Teori Ekologis
Karena kedua teori diatas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi kepada kedua teori tersebut timbullah teori ketiga yang disebut teori ekologis, yang pada intinya berarti bahwa seorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan. Bakat- bakat itu kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang telah dimiliki itu.
Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori diatas, karenanya dapat dikatakan teori ini dapat mendekati kebenaran.
   
#TULISAN 1 PSIKOLOGI MANAJEMEN

fenomena 1 : Ratu Atut, Fenomena Kepemimpinan Perempuan Muslim di Era Kekinian

Miris dan trenyuh itulah sederet ungkapan dan pendapat publik terkait ditangkapnya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah oleh KPK. Sosok wanita muslim, berjilbab, sepertinya cara beribadah juga terlihat baik, tapi ternyata tidak juga membentengi dirinya dari godaan nafsu serakah. Nafsu serakah yang bukan hanya satu dua orang yang menjadi korban tapi ada ribuan bahkan seluruh masyarakat Banten yang jadi korban atas dilanggarnya amanah Allah SWT terhadap para pemimpin muslim di negeri ini.
Tidak hanya Ratu Atut yang memiliki kesan yang sama ketika berhadapan dengan persoalan uang. Karena di rutan sana ada beberapa wanita yang juga tengah tersangkut kasus korupsi, bahkan menikmati masa penantian udara bebas karena beliau juga saat ini terjerat kasus korupsi. Tidak hanya Ratu Atur Chosiyah ada pula Angelina Sondakh, Nunun Nurbaeti, Miranda Gultom, Wa Ode Nurhayati, Malinda Dee, Mindo Rosalina Manulang, dan Andi Nurpati seperti diberitakan oleh rimanews.com (22/12/2013). Ada beberapa wanita yang juga saat ini tengah tersandung kasus korupsi atau terlibat dalam usaha KKN yang tengah menunggu ekskusi. Boleh jadi saat ini ada banyak orang yang berfikir ooo ternyata begini ya perempuan muslim di Indonesia ternyata suka korupsi!?.
Anggapan tersebut tentu saja akan muncul pada orang-orang yang saat ini tengah mengamati perpolitikan Indonesia. Bahkan yang lebih parah lagi mereka yang menilai ternyata lawan politik dari tokoh yang kini tengah tersandung kasus atau dapat pula dari orang-orang yang berlainan agamanya. Jujur tak jujur tentu mereka yang berlainan pandangan dan keyakinan akan mengatakan demikian. Orang Islam banyak yang korupsi. Titik nggak pake koma.
Fenomena perpolitikan Indonesia memang saat ini tengah diuji, lebih khusus pada para pemimpin muslim yang notabene saat ini menduduki jabatan penting dalam sistem politik Indonesia, karena disengaja ataupun tidak memang wakil rakyat di negeri kita rata-rata adalah seorang muslim, tergantung dari wilayah mana mereka mewakili dan dipilih. Sehingga dapat dimungkinkan semua yang terpilih dan mewakili daerahnya adalah orang-orang yang mewakili daerah atau bahkan agama terntentu berdasarkan mayoritas pemilik dari latar belakang agama tertentu.
Hal ini wajar, dan sah karena memang saat ini masyarakat Indonesia masih sangat kental dengan sudut pandang yang mewakili golongan tertentu, baik dengan alasan kecenderungan, karena jika mau menelisik siapa sih tokoh yang saat ini menjadi wakil kita di pemerintahan adalah mereka yang dipilih oleh masyarakat yang segolongan dan juga seagama.
Sehingga apapun yang terjadi terhadap para wakil rakyat, dari latar belakang apapun, tentu saja mereka dianggap sosok yang patut mewakili agama tertentu seperti yang saya sebutkan di atas. Sebut saja Ratu Atut dan Keluarganya yang saat ini bermasalah dengan korupsi, mereka telah mewakili masyarakat Banten-baik kemenangannya dengan cara fair atau menyuap-tentu saja dipilih oleh konstituennya yang biasanya beragama Islam. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada penganut agama lain yang terpaksa memilih dengan alasan karena tidak ada tokoh lain yang mewakili mereka. Dengan demikian dapat dipastikan semua orang akan langsung mendiskreditkan agama si Ratu Atut, dalam hal ini kebetulan beliau beragama Islam. Sehingga secara otomatis agama Islamlah yang menjadi korbannya.
Padahal sejatinya tidak ada kaitannya seseorang korupsi dengan agama seseorang karena agama itu adalah tuntunan dan siapapun penganutnya akan memilih melanggar atau tidak aturan Tuhan dan memilih ingin mendapatkan bala’ di dunia atau di akhirat, semua terserah pada pelakunya. Agama tidak dapat dijadikan alasan kenapa seseorang melakukan kejahatan.
Kembali pada persoalan fenomena kepemimpinan wanita, seperti yang dibicarakan dalam dialog pendapat yang disiarkan oleh Metro TV siang tadi (22/12/2013), bahwa saat ini kepemimpinan wanita khususnya wanita muslim tengah menuju babak baru. Di mana ada banyak wanita yang bisa menempati kursi penting di pemerintahan atau menjadi tokoh publik. Hal ini dengan alasan karena saat ini daftar mata pilih dari kaum Hawa ternyata melebihi dari kaum Adam. Sehingga secara otomatis mau tidak mau perempuan menempati posisi strategis bahkan menempati posisi penting dan bargaining (nilai tawar) yang tinggi disebabkan karena tingginya peran perempuan di ranah politik. Baik sebagai wakil maupun calon pemilih. Sehingga tidak menutup kemungkinan di semua sektor justru didominasi oleh kaum perempuan sedangkan kaum pria hanya menonton dari kejauhan.
Sepakat atau tidak kenyataan itu semakin lama semakin terbukti, setelah runtuhnya orde baru peran perempuan semakin tinggi bahkan sangat tinggi prosentasenya dibandingkan ketika masa orde baru. Hal ini disebabkan karena undang-undang pemilu belum memberikan ruang yang lebih minimal setara kepada kaum perempuan. Dampaknya hanya beberapa orang saja yang dapat menduduki kursi parlemen atau pejabat publik. Yang lebih banyak justru kaum laki-laki. Namun, di masa reformasi ini keterlibatan perempuan dalam politik cukup signifikan. Yaitu seperti diberitakan Kompas.com (30/09/2013) pada Pemilu 1999, proporsi perempuan yang terpilih sebagai anggota parlemen hanya 9,2 persen dari total jumlah anggota. Tahun 2004, proporsinya meningkat jadi 11,81 persen. Peningkatan cukup besar terjadi pada Pemilu 2009, 18 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam politik semakin terbuka lebar, bahkan ada beberapa isyu yang berkembang kedepannya porsi perempuan di parlemen setara dengan para laki-laki, tentu aja semuanya memberikan angin segar bagi para perempuan Indonesia untuk berbuat lebih dalam politik. Namun sebaliknya kondisi ini akan menjadi mimpi buruk bagi para laki-laki terkait semakin terbukanya kran demokrasi dan kran keperwakilan perempuan dalam politik.
Akan tetapi melihat begitu banyaknya para wanita yang terlibat kasus korupsi, sejatinya kekhawatiran ini pun sedikit banyak semakin bias. Bahkan hilang, lantaran tidak menjamin bahwa wakil rakyat perempuan akan berdampak yang signifikan terhadap hilangnya kasus korupsi di negeri ini. Terbukti dari beberapa orang yang saat ini tengah terlibat kasus korupsi adalah para kaum perempuan.
Namun sayang sekali, angka itu belum cukup untuk membawa perubahan signifikan di Senayan. Hasil jajak pendapat Kompas pekan lalu memperlihatkan, kehadiran perempuan di DPR dinilai publik belum membawa perubahan nyata di masyarakat. Secara umum, 62,5 persen responden menyatakan ketidakpuasannya atas kinerja para perempuan politisi di Senayan.Sehingga ada banyak keraguan masyarakat terkait rendahnya kinerja dan peran perempuan dalam parlemen. (Kompas.com, 30/09/2013).

Fenomena 2 : Manajemen Syariah

dalam Pandangan para ekenomi barat tentang sistem keuangan syariah kini makin berkembang seiring dengan terjadinya krisis keuangan global .sebab, ketika keuangan konvensional tumbang terkena krisis,keuangan syariah tetap bisa bertahan dan berkembang.karena itu ,banyak ahli ekonomi barat yang mulai mempelajari keuangan syariah.bahkan sejumlah negara maju seperti Inggris dan Amerika serikat mulai mendirikan unit-unit ekonomi syariah.
Bicara Keunggulan sistem ekonomi syariah ,termasuk bank syariah tidak hanya diakui oleh para tokoh di negara – negara yang mayoritas penduduknya muslim.ketahanan sistem ekonomi syariah terhadap hantaman krisis keuangan global telah membuka mata para ahli ekonomi dunia.
Banyak diantara mereka yang lalu melakukan kajian mendalam terhadap perekonomian yang berlandaskan prinsip – prinsip syariah.Pasalnya keuangan syariah tidak menggunakan instrumen derivatif seperti halnya keuangan konvensional.Meski keuangan syariah juga memiliki resiko,namun syariah jauh dari ketidakpastian atau gharar.Seluruh perjanjian jual beli tidak berlaku bila objek perjanjian tidak pasti dan tidak transparan.
Jika terkena resiko, maka keuangan syariah akan berbagi resiko tersebut.Di bidang ritel,nasabah dan bank membagi resiko dari segala investasi sesuai dengan peraturan yang telah disetujui serta membagi keuntungan yang di dapat.
Beberapa layanan yang diberikan perbankan syariah yaitu untuk peminjam dana dan penyimpan dana.Bagi peminjam dana ,produk yang ditawarkan adalah bagi hasil,jual beli,usaha patungan dan asuransi.Sedangkan bagi penyimpan dana tersedia berbagai produk yang ditawarkan seperti jasa penitipan dana dan deposito.
Perbankan syariah merupakan alternatif sistem perbankan yang memiliki beragam produk perbankan didukung oleh skema keuangan yang lebih bervariasi dan menguntungkan.Masyarakat bisa memakai jasa perbankan syariah untuk berbagai kebutuhan finansialnya seperti pembiayaan pemilikan rumah,kendaran bermotor, investasi,tabungan biaya sekolah,kesehatan ,pernikahan dan pembiayaan untuk mengembangkan bisnis.
Manajemen Syariah Ditinjau Dari Hukum Islam
Manajemen Syariah itu sendiri ditinjau dari hukum islam adalah memberikan pembiayaan sesuai dengan nilai syariah.karena dengan sistem syariah Bank tidak menarik bunga dan tidak ada transaksi yang memiliki resiko tinggi .Misalnya:Seorang penjual beli rumah seharga 100 ribu dolar AS dan kembali menjual seharga 120 ribu dolar Asatau bahkan 300 ribu dolar AS jika terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli maka rumah tersebut dijual secara cicilan sesuai kesepakatan bersama yang adil sampai tiba waktu yang telah ditentukan tapi harus disertai beberapa saksi sehingga ketika terjadi disalah satu pihak ada yang lupa masih ada saksi-saksi. sebagimana firman alloh dalam quran surat Al –baqarah :282.yang artinya: ”Hai oarang- orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan ,hendaklah kamu menuliskannya . Dan hendaklah seoarang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana alloh mengajarkannya ,maka hendaklah ia menulis dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu),dan hendaklah ia bertakwa kepada alloh tuhannya ,dan janagnlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya .Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah(keadaannya)atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan,maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur .Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang – orang lelaki diantaramu .jika tak ada dua orang lelaki,maka( boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi – saksi yang kamu ridloi ,supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya.janganlah saksi – saksi itu enggan (memberi keterangan)apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya .yang demikian itu lebih adil disisi alloh dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan)keraguanmu.(Tulislah mua’malahmu itu)kecxuali jika mua’malah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu ,(jika)kamu tidak menulisnya.dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli ,dan janganlahpenulis dan saksi saling sulit –menyulitkan .jika kamu lakukan( yang demikian ),maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu .dan bertaqwalah pada alloh;alloh mengajarmu; dan alloh maha mengetahui segala sesuatu.”(QS .Al –Baqarah :282)
Hukum islam menyatakan bahwa uang tidak dapat tumbuh dengan sendirinya melalui bunga yang berlipat ganda.Transaksi dagang dapat diterima selama harga yang ditawarkan sesuai dengan komoditas yang diperdagangkan.karena nilai – nilai islam melarang transaksi perbankan syariah dari hal- hal berbau ribawi, maksiat, perjudian, dan ketidakpastian .

Fenomena 3: “Kesemrawutan” Sistem Perencanaan

Dalam praktek perencanaan kota dan daerah saat ini, kita sedang berada dalam era transisi. Dalam era ini, beberapa pendekatan yangberbeda dan seringkali bertentangan dipakai secara bersama-sama. Darisegi dokumen resmi perencanaan, misalnya, terdapat produk-produk
perencanaan hasil dari cara berfikir perencanaan komprehensif(comprehensive rational planning)–misalnya: Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Pola Dasar Pembangunan (Poldas), Rencana Pembangunan Lima Tahun Daerah (Repelitada)—dipakai bersamasama dengan produk dari pendekatan perencanaan strategis (strategic planning)—antara lain: Program Pembangunan Daerah (Propeda), dan Rencana Strategis Daerah (Renstrada). Selain itu, produk perencanaan pembangunan (development planning)—misalnya: Poldas, Propeda, Renstrada—belum “mesra” berinteraksi secara substansial dengan produk perencanaan keruangan (spatial planning)—yaitu RTRW. Dari pandangan akademis, keberadaan bersama beberapa cara berfikir tersebut merupakan suatu hal yang biasa, tetapi dalam praktek perencanaan, hal ini membawa kebingungan tersendiri. Sudah ada usul agar jumlah jenis dokumen perencanaan dikurangi dan disederhanakan. Selain itu, dalam masa transisi, pendekatan-pendekatan yang berbeda tapi masing-masing masih diperlukan dapat dilakukan “perkawinan” diantaranya. Dari kajian literatur, hal ini banyak dilakukan di beberapa tempat, misalnya pada kasus yang dilaporkan oleh Kemp (1992: 107) yaitu perkawinan antara pendekatan perencanaan komprehensif dengan perencanaan strategis. Selain itu, antara perencanaan strategis dengan perencanaan keruangan juga dapat dilakukan beberapa alternatif sinergi pemikirannya (Djunaedi, 2001). Kata orang bijak, perbedaan merupakan hikmah, dan antara yang berbeda tersebut dapat melahirkan sesuatu yang baru dan bermanfaat. Pada masa sebelum Otonomi Daerah tahun 2001, perencanaan pembangunan wilayah kita lebih banyak diwarnai oleh pendekatan perencanaan komprehensif. Aliran ini lebih mendasarkan diri pada kekuatan rasional yang dilakukan oleh para pakar, analis, dan perencana.
Cakupan perencanaan bersifat menyeluruh (komprehensif) terhadap semua aspek, dan terhadap seluruh isu yang dihadapi. Dalam implementasinya (pelaksanaan rencana), ditetapkan prioritas pena9 nganan sesuai dengan ketersediaan sumberdaya. Pada prakteknya saat itu, karena keterbatasan sumberdaya, maka banyak rencana yang “tinggal rencana” atau paling tidak tingkat implementasinya kurang sekali. Meskipun secara teoritis, perencanaan mencakup seluruh aspek, tetapi kadangkala sistem perencanaan yang ada melahirkan beberapa dokumen yang terpisah, tidak terintegrasi. Misalnya, pada masa lalu, dokumen perencanaan lingkungan hidup—yang biasa disebut sebagai Agenda 21—berdiri sendiri dan dianggap sebagai bahan pertimbangan saja. Sudah saatnya, Agenda 21 tersebut menjadi kesatuan dengan Propeda atau Renstrada, sehingga konsep maupun program-programnya dapat terlaksana dengan baik. Kondisi implementasi rencana yang sering berbeda dengan rencananya tersebut mendorong banyak pemikir dan pengamat di Indonesia untuk mencari alternatif lain. Paling tidak ada dua alternative pemikiran dilontarkan pada saat ini, yaitu: pertama, upaya menggabungkan perencanaan kota dengan implementasinya dalam suatu pendekatan yang disebut sebagai urban management. Alternatif pertama tersebut, pada saat ini di Indonesia, masih lebih banyak berkembang di dunia pendidikan dan pelatihan, daripada di praktek nyata.
Alternatif kedua, seperti halnya telah dilakukan oleh negaranegara lain, banyak ajakan untuk menerapkan pendekatan perencanaan yang bersifat lebih dekat ke pelaksanaan, yaitu antara lain pendekatan perencanaan strategis ke praktek perencanaan wilayah di Indonesia (Djunaedi, 1995). Dalam praktek, menurut catatan di kalangan akademisi, perencanaan strategis diterapkan pertama kali di DKI tahun 1992 (Pingkan Hamzens, 1998), kemudian di beberapa kota dan kabupaten sebagai ajang pelatihan Proyek PKPK Depdagri (Sardison, 2001). Pada saat ini, pendekatan perencanaan strategis telah banyak dipakai dalam perencanaan wilayah dan hasil perencanaannya diwujudkan dalam bentuk dokumen Propeda dan Renstrada. Selain dari aspek pendekatan tersebut di muka, sistem perencanaan saat ini ramai diperdebatkan dari aspek penekanan bagian atau tahapan prosesnya. Satu pihak menekankan pada tahap perencanaan yang produknya dilanjutkan dengan tahap pemrograman dan kemudian tahap penganggaran. Penekanan pada tahap perencanaan 10 seperti ini memang dapat menimbulkan abuse of power, tapi hal itu mestinya dapat dikendalikan dengan berbagai cara. Akhir-akhir ini penekanan tersebut nampaknya telah bergeser— terutama dengan lahirnya Undang-undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara—segi penganggaran “dicurigai” terlalu mendominasi dan menggeser peran perencanaan yang terintegrasi. Menurut saya, berbagai pihak yang terkait dengan perencanaan saat ini perlu dapat duduk bersama untuk memantapkan sistem perencanaan kita dan menghilangkan saling curiga diantara kita—demi mewujudkan Indonesia yang akan selalu lebih baik dari hari-hari kemarin.

SUMBER

http://mgb.ugm.ac.id/media/download/pidato-pengukuhan?download=281%3Apidato-pengukuhan-profir-achmad-djunaedi-murpphd&start=180. 
http://obrolanmanusia.blogspot.com/2010/10/fenomena-manajemen-syariah.html
http://politik.kompasiana.com/2013/12/22/ratu-atut-fenomena-kepemimpinan-wanita-muslim-di-era-kekinian-618870.html
http://tugasfarrell.blogspot.com/
http://latansablog.wordpress.com/2011/11/24/pengertian-kepemimpinan-dan-teori-teori-kepemimpinan/
http://rachmabuana.blogspot.com/2013/10/manfaat-perencanaan-dan-jenis.html
http://rachmabuana.blogspot.com/2013/10/manfaat-perencanaan-dan-jenis.html
http://xiaolichen14.wordpress.com/2013/11/24/perencanaan-manfaat-dan-jenis-jenis-perencanaan-dalam-organisasi/
http://zuhairistain.blogspot.com/2013/03/pengertian-perencanaan.html
http://choirunnisawijayanti.blogspot.com/2013/10/psikologi-manajemen.html
http://d-p-y.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-manajemen.html