#PENGERTIAN
MANAJEMEN, JENIS DAN TUJUAN MANAJEMEN
Pengertian
Manajemen - Secara Etimologis, Manajemen adalah kosa kata yang
berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang berarti seni
melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang belum ada kata yang mapan dan
diterima secara universal sehingga pengertiaanya untuk masing-masing para ahli
masih memiliki banyak perbedaan.
Secara
umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan
tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan
sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Dalam hal ini manajemen dibedakan
menjadi 3 bentuk karakteristik,adalah:
·
Sebuah
proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan.
·
Melibatkan
dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi.
·
Mendapatkan
hasil-hasil ini dengan berkerja sama dengan sejumlah orang dan memanfaatkan
sumber-sumber dimiliki si organisasi.
Ditinjau
dari segi fungsinya, manajemen memiliki 4 fungsi dasar manajemen yang
menggambarkan proses manajemen, semuanya terangkum sebagai berikut:
Perencanaan
Perencanaan melibatkan urusan memilih
tugas yang harus di lakukan untuk mempertahankan tujuan organisasi, menjelaskan
bagaimana tugas harus dilaksanakan, dan memberi indikasi kapan harus
dikerjakan.
Aktivitas perencanaan memfokuskan pada mempertahankan tujuan. Para manajer menegaskan secara jelas apa yang organisasi harus lakukan agar berhasil. Perencanaan fokus terhadap kesuksesan dari organisasi dalam jangka waktu pendek dan juga jangan panjang.
Aktivitas perencanaan memfokuskan pada mempertahankan tujuan. Para manajer menegaskan secara jelas apa yang organisasi harus lakukan agar berhasil. Perencanaan fokus terhadap kesuksesan dari organisasi dalam jangka waktu pendek dan juga jangan panjang.
Pengorganisasian
Pengorganisasian yakni memberi tugas
sebagai hasil dari tahapan perencanaan, tugas tersebut di berikan kepada
beragam individu atau grup didalam organisasi. Mengorganisir adalah untuk
menciptakan mekanisme untuk menjalankan rencana.
Pengaruh
Pengaruh merupakan sebuah motivasi,
kepemimpinan atau arah. Pengaruh dapat di definisikan sebagai bimbingan dari
aktivitas dari anggota organisasi dalam arah yang dapat membantu organisasi
lebih terarah untuk mencapai hasil atau target.
Pengendalian
Pengendalian merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer:
1.
Mengumpulkan informasi untuk mengukur performa.
2.
Membandingkan performa masa kini dengan sebelumnya.
3.
Menentukan aksi selanjutnya dari rencana dan melakukan modifikasi untuk menuai
parameter performa diharapakan
Pengertian
manajemen menurut para ahli
Menurut
G.R. Terry:
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.
Menurut Hilman:
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut Ricky W. Griffin:
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Menurut Drs. Oey Liang Lee:
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut William H. Newman:
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
Menurut Renville Siagian:
Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.
Menurut Prof. Eiji Ogawa:
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Menurut Federick Winslow Taylor:
Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.
Menurut Henry Fayol:
Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.
Lyndak F. Urwick:
Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan)
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.
Menurut Hilman:
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut Ricky W. Griffin:
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Menurut Drs. Oey Liang Lee:
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut William H. Newman:
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
Menurut Renville Siagian:
Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.
Menurut Prof. Eiji Ogawa:
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Menurut Federick Winslow Taylor:
Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.
Menurut Henry Fayol:
Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.
Lyndak F. Urwick:
Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan)
JENIS-JENIS MANAJEMEN
Manajemen Sumber Daya Manusia
adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya
manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya
manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita
dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
•
Kompetensi Umum
-
Seleksi
-
Penilaian kinerja
-
Perencanaan karir
•
Kompetensi Khusus
-
Staffing
-
Evaluasi kinerja
-
Pelatihan
-
Pengembangan
-
Reward & recognition
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan
manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha
untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana
bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
•
Kompetensi umum
-
ahli pemasaran internasional
-
manajemen merk
-
sistem informasi pemasaran
-
pemasaran internet
-
pemasaran relasional atau pemasaran jasa.
•
Kompetensi Khusus
-
Komunikasi Pemasaran
-
Kebijakan Harga
-
Peramalan Penjualan
-
Statistika Bisnis
-
Manajemen Pembelian & Penjualan
-
Bisnis Eceran
-
Manajemen Pemasaran,
Manajemen Produksi adalah penerapan
manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan
standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi
yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir
yang dihasilkan dalam proses produksi.
•
Kompetensi Umum
-
Memahami sistem produksi
-
Memahami proses material handling
-
Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
•
Kompetensi Khusus
-
Memahami perkembangan manajemen produksi
-
Memahami penentuan lokasi pabrik
-
Menyusun tata letak peralatan pabrik
-
Memahami perencanaan produk
-
Memahami rancang bangun proses produksi
-
Memahami teknik pemeliharaan
-
Memahami perencanaan kebutuhan material
Manajemen Keuangan adalah kegiatan
manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan
bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis
yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya
merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana
modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang
dijalankan.
•
Kompetensi Umum
-
ahli pasar modal dan investasi
-
manajemen risiko
-
manajemen keuangan internasional
-
manajemen keuangan dan perbankan syariah.
•
Kompetensi Khusus
-
membuat dan mengendalikan anggaran perusahaan
-
menghitung pajak-pajak yang harus ditanggung perusahaan.
-
munyusun dan merealisasikan manajemen keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Manajemen Informasi adalah
kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan
bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka
panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan
seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi
internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan
tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
•
Kompetensi Umum
1.
Mempunyai kemampuan manajemen dalam bekerja kelompok Mampu membuat rencana
bisnis
2.
Memahami konsep Jaringan Menguasai bahasa inggris secara pasif
3.
Menguasai algoritma dan bahasa pemrograman
4.
Menguasai Syntax SQL
5.
Menguasai Aplikasi database
6.
Menguasai design grafis
7.
Menguasai syntax html
8.
Mampu mengembangkan wirausaha
•
Kompetensi Khusus
1.
Mampu memahami permasalahan yg timbul dilingkungan yg akan dihadapi.
2.
Mampu Menganalisis kebutuhan system
3.
Mampu membuat model alternatif penyelesaian masalah
4.
Mampu merancang kebutuhan system
5.
Memahami konsep struktur database
6.
Mampu menjembatani kebutuhan database
7.
Mampu menyajikan informasi dari data yang ada
8.
Mampu membangun dan memanipulasi data
9.
Memahami konsep design WEB
10.
Menguasai bahasa pemrograman berbasis web
11.
Menguasai aplikasi web server
12.
Menguasai cara dan teknik publishing web
Manajemen
Strategi, Secara sederhana manajemen dapat di artikan sebagai Perencanaan,
Pengorganisasian, Pergerakan, Pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan.
•
Kompetensi umum
-
Menciptakan persaingan tidak sempurna
Dalam
persaingan sempurna semua organisasi menghasilkan produk yang serupa sehingga
bebas keluar masuk ke dalam pasar. Suatu organisasi dapat memperoleh keunggulan
bersaing dengan menciptakan persaingan tidak sempurna yaitu dengan cara
memberikan kualitas yang tinggi di aspek-aspek tertentu.
-
Berkesinambungan
Keunggulan bersaing harus bersifat
berkesinambungan bukan sementara dan tidak mudah ditiru oleh para pesaing.
-
Kesesuaian dengan lingkungan internal
Keunggulan bersaing dapat diraih dengan
menyesuaikan kebutuhan atau permintaan pasar. Karena lingkungan eksternal bisa
berupa ancaman dan peluang, sehingga perubahan pasar dapat meningkatkan
keunggulan atau kelemahan suatu organisasi.
-
Keuntungan yang tinggi daripada keuntungan rata-rata
Sasaran utama keunggulan bersaing adalah
mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi daripada keuntungan rata-rata
orrganisasi-organisasi lainnya
•
Kompetensi khusus
Keunggulan bersaing merupakan hal khusus
yang dimiliki atau dilakukan suatu organisasi yang memberinya kekuatan untuk
menghadapi pesaing. Kompetensi ini bisa berwujud opini atau merek yang
mempunyai persepsi kualitas tinggi. ( misalnya; opini: Pengelolaan
administrasi yang rapi, terkenal bersih atau bebas KKN/Korupsi Kolusi Nepotisme,
Tepat waktu. Merek: Coca cola, IBM, BMW, Mc Donald’s).
Manajemen
operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dan jasa,
serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien. Seorang
manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam
bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang
dan jasa).
•
Kompetensi Umum
-
ahli manajemen proyek
-
manajemen logistik dan perencanaan pengendalian kualitas.
•
Kompetensi Khusus
-
Menyusun alur produksi dan layout tempat kerja berdasarkan pada analisis proses kinerja prosedur kerja dan
trasportasi.
-
Membuat layout tempat kerja
-
Menyusun perbaikan lingkungan ditempat kerja
PSIKOLOGI MANAJEMEN
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang
bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Kaitannya
dengan psikologi:
Dengan
ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM
ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi
berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan,
dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM
yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Sumber
Daya Organisasi
-
Sumber Daya Manusia
-
Sumber Daya Informasi
-
Sumber Daya Fisik
-
Sumber Daya Keuangan
-
Sumber Daya Alam
# PENGERTIAN
PERENCANAAN, MANFAAT DAN JENIS PERENCANAAN.
Berikut
ini adalah pengertian dan definisi perencanaan:
Perencanaan adalah suatu proses yang
tidak pernah berakhir. Apabila sebuah rencana telah ditetapkan, maka dokumen
menyangkut perencanaan terkait harus diimplementasikan Perencanaan adalah
pemilihan sekumpulan kegiatan dan pengambilan keputusan tentang "apa yang
harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
1.
DEACON; Perencanaan adalah upaya menyusun
berbagai keputusan yang bersifat pokok, yang dipandang paling penting dan yang
akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan
2.
DRUCKER; Perencanaan adalah suatu
proses yang diorganisasi dan dilaksanakan secara sistematis dengan emnggunakan
pengetahuan yang ada sesuai keputusan yang telah ditetapkan bersam
3.
GOETZ; Perencanaan adalah kemampuan
memilih satu kemungkinan dari berbagai kemungkinan yang tersedia dan yang
dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan.
4.
ANONIM; Perencanaan adalah suatu
rangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis untuk mencapai yujuan yang
telah ditetapkan . diputuskan bersama
5.
GEORGE PICKETT & JOHN J. HANLON; Perencanaan
adalah proses menentukan bagaimana mencapai suatu tujuan begitu tujuan itu
ditetapkan
6.
STONER ; Perencanaan adalahproses
menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
Perencanaan adalah proses menetapkan sasaran atau tujuan dan tindakan yang
perlu untuk mencapai tujuan (goal) tersebut
7.
CUNINGHAM; Perencanaan adalah
menyelesi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk
masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan emformulasi hasil yang
diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas
yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian
8.
HUSEIN UMAR; Perencanaan merupakan
kegiatan atau proses membuat rencana yang kelak dipakai perusahaan dalam rangka
melaksanakan pencapaian tujuannya
Pengertian perencanaan
Dalam proses manajemen, yang menjadi
titik awalnya adalah perencanaan. Jadi perencanaan sebagai awal kita melakukan
proses manajemen sebelum kita melakukan pengorganisasian, pengarahan, dan
pengontrolan.
Menurut
George R. Terry perencanaan adalah: “planning is the selecting and relating of
fact and the making and using of assumption regarding the future in the
visualization and formulating of proposed activities believed necessary to
achieve desired result”.
Dalam
pengertian tersebut bisa kita simpulkan antara lain:
Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan
keterangan kongkret.
Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran,
imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.
Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa
yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.
Manfaat Perencanaan
Perencanaan
mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.
Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
lingkungan,
b.
Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c.
Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d.
Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e.
Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f.
Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g.
Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h.
Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i.
Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j.
Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k.
Menghemat waktu, usaha dan dana.
Kelemahan Perencanaan
Perencanaan
juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya:
a.
Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi
nyata
b.
Perencanaan cenderung menunda kegiatan
c.
Perencanaan mungikn terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan
berinovasi
d.
Perencanaan mempunyai nilai praktis yang terbatas.
e.
Kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi
individual da penanganan setiap
masalah pada saat masalah tersebut terjadi; dan
f.
Ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
Meskipun perencanaan mempunyai kelemahan-kelemahan tersebut, manfaat-manfaat
yang didapat dari perencanaan jauh lebih banyak. Oleh karena itu perencanaan
tidak hanya seharusnya dilakukan, tetapi harus dilakukan.
Alasan-Alasan Adanya Perencanaan
Ada
dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai:
1.
Protective benefit, yang duhasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya
kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan
2.
Positive benefit dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi
JENIS PERENCANAAN DALAM ORGANISASI :
Melihat
tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan
operasional.
1.
Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh
organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih
tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan
strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan
ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang
dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan
mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan
perencanaan yang dipilih.
Hal
ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat
tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang
digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka
panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan
strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala
hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
2.
Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan,
taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber
daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah,
bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka
menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat
perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian
Bagian
taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat,
merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini
dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem
dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah
iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan
koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai
dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan
merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan
yang diinginkan dari efisiensi.
3.
Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh
tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik
yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi,
ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan,
pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan
pada tingkat operasional.
Karena
jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari
perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang
diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana
operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah,
dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana
dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan
Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi.
Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan
dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional,
yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk
tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam
menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan
berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi
kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute,
jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
4.
Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar,
kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini
bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya
kegiatan yang direncanakan.
Standar-standar
tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam
setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian,
pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan.
Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di
daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan
menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.
#PENGERTIAN
KEPEMIMPINAN DAN TEORI
Pengertian
Pemimpin dan Kepemimpinan
Pimpin artinya bimbing, tuntun. Memimpin
artinya membimbing, menuntun, dan menunjukkan. Pemimpin atau leader adalah
orang yang memimpin atau seseorang yang mempergunakan wewenang dan mengarahhkan
bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan
organisasi. Beberapa ahli mengatakan tentang arti pemimpin, diantaranya:
a) Menurut Herbert A Simon,
Pemimpin
adalah seorang yang dapat mempersatukan orang- orang dalam mengejar suatu
tujuan.
b) Menurut Prof Dr H Arifin Abdurrahman
Pemimpin
adalah orang yang dapat menggerakkan orang- orang yang ada di sekelilingnya
untuk mengikuti jejak pemimpin itu.
c) Menurut Lao Tzu
Pemimpin
yang terbaik adalah orang yang dapat membantu mengembangkan orang lain sehingga
akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpin itu.
Kepemimpinan mempunyai beberapa pengertian,
diantaranya:
a)
Cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan
bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.
b)
Seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, Kemampuan untuk membimbing orang-
orang yang ada di sekelilingnya.
c)
Seni untuk mengkoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu dan kelompok
guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Begitu
pentingnya peranan kepemimpinan dalam usaha mencapai tujuan suatu organisasi
sehingga dapat dikatakan bahwa kesuksesan atau kegagalan yang dialami sebagian
besar organisasi ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh orang
yang memimpin oraganisasi itu.
Sukses
tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan, tergantung
atas cara- cara memimpin yang dipraktekkan oleh orang- orang atasan itu.
Teori- teori Kepemimpinan
1. Teori Genetis
Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin
karena ia telah dilahirkan dengan bakat- bakat kepemimpinan. Teori ini
berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan (leaders are born). Dalam keadaan
yang bagaimanapun seorang ditempatkan, karena ia telah ditakdirkan menjadi
pemimpin, satu kali kelak ia akan muncul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai
takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong kepada pandangan yang
fatalistis dan deterministis.
2. Teori Sosial
Merupakan kebalikan inti teori genetis.
Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dibentuk dan ditempa (leaders are
made). Teori ini menganut paham egalitarianistik, oleh karenanya para penganut
teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa
menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
3. Teori
Ekologis
Karena kedua teori diatas tidak
seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai reaksi kepada kedua teori
tersebut timbullah teori ketiga yang disebut teori ekologis, yang pada intinya
berarti bahwa seorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia
pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan. Bakat- bakat itu
kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman
yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang telah
dimiliki itu.
Teori
ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori diatas, karenanya dapat
dikatakan teori ini dapat mendekati kebenaran.
#TULISAN
1 PSIKOLOGI MANAJEMEN
fenomena 1 :
Ratu Atut, Fenomena Kepemimpinan Perempuan Muslim di Era Kekinian
Miris dan trenyuh itulah sederet
ungkapan dan pendapat publik terkait ditangkapnya Gubernur Banten Ratu Atut
Chosiyah oleh KPK. Sosok wanita muslim, berjilbab, sepertinya cara beribadah
juga terlihat baik, tapi ternyata tidak juga membentengi dirinya dari godaan
nafsu serakah. Nafsu serakah yang bukan hanya satu dua orang yang menjadi
korban tapi ada ribuan bahkan seluruh masyarakat Banten yang jadi korban atas
dilanggarnya amanah Allah SWT terhadap para pemimpin muslim di negeri ini.
Tidak
hanya Ratu Atut yang memiliki kesan yang sama ketika berhadapan dengan
persoalan uang. Karena di rutan sana ada beberapa wanita yang juga tengah
tersangkut kasus korupsi, bahkan menikmati masa penantian udara bebas karena
beliau juga saat ini terjerat kasus korupsi. Tidak hanya Ratu Atur Chosiyah ada
pula Angelina Sondakh, Nunun Nurbaeti, Miranda Gultom, Wa Ode Nurhayati,
Malinda Dee, Mindo Rosalina Manulang, dan Andi Nurpati seperti diberitakan oleh
rimanews.com (22/12/2013). Ada beberapa wanita yang juga saat ini tengah
tersandung kasus korupsi atau terlibat dalam usaha KKN yang tengah menunggu
ekskusi. Boleh jadi saat ini ada banyak orang yang berfikir ooo ternyata begini
ya perempuan muslim di Indonesia ternyata suka korupsi!?.
Anggapan
tersebut tentu saja akan muncul pada orang-orang yang saat ini tengah mengamati
perpolitikan Indonesia. Bahkan yang lebih parah lagi mereka yang menilai
ternyata lawan politik dari tokoh yang kini tengah tersandung kasus atau dapat
pula dari orang-orang yang berlainan agamanya. Jujur tak jujur tentu mereka
yang berlainan pandangan dan keyakinan akan mengatakan demikian. Orang Islam
banyak yang korupsi. Titik nggak pake koma.
Fenomena
perpolitikan Indonesia memang saat ini tengah diuji, lebih khusus pada para
pemimpin muslim yang notabene saat ini menduduki jabatan penting dalam sistem
politik Indonesia, karena disengaja ataupun tidak memang wakil rakyat di negeri
kita rata-rata adalah seorang muslim, tergantung dari wilayah mana mereka
mewakili dan dipilih. Sehingga dapat dimungkinkan semua yang terpilih dan
mewakili daerahnya adalah orang-orang yang mewakili daerah atau bahkan agama
terntentu berdasarkan mayoritas pemilik dari latar belakang agama tertentu.
Hal ini wajar, dan sah karena memang
saat ini masyarakat Indonesia masih sangat kental dengan sudut pandang yang
mewakili golongan tertentu, baik dengan alasan kecenderungan, karena jika mau
menelisik siapa sih tokoh yang saat ini menjadi wakil kita di pemerintahan
adalah mereka yang dipilih oleh masyarakat yang segolongan dan juga seagama.
Sehingga
apapun yang terjadi terhadap para wakil rakyat, dari latar belakang apapun,
tentu saja mereka dianggap sosok yang patut mewakili agama tertentu seperti
yang saya sebutkan di atas. Sebut saja Ratu Atut dan Keluarganya yang saat ini
bermasalah dengan korupsi, mereka telah mewakili masyarakat Banten-baik
kemenangannya dengan cara fair atau menyuap-tentu saja dipilih oleh
konstituennya yang biasanya beragama Islam. Walaupun tidak menutup kemungkinan
ada penganut agama lain yang terpaksa memilih dengan alasan karena tidak ada
tokoh lain yang mewakili mereka. Dengan demikian dapat dipastikan semua orang
akan langsung mendiskreditkan agama si Ratu Atut, dalam hal ini kebetulan
beliau beragama Islam. Sehingga secara otomatis agama Islamlah yang menjadi
korbannya.
Padahal
sejatinya tidak ada kaitannya seseorang korupsi dengan agama seseorang karena
agama itu adalah tuntunan dan siapapun penganutnya akan memilih melanggar atau
tidak aturan Tuhan dan memilih ingin mendapatkan bala’ di dunia atau di
akhirat, semua terserah pada pelakunya. Agama tidak dapat dijadikan alasan
kenapa seseorang melakukan kejahatan.
Kembali
pada persoalan fenomena kepemimpinan wanita, seperti yang dibicarakan dalam
dialog pendapat yang disiarkan oleh Metro TV siang tadi (22/12/2013), bahwa
saat ini kepemimpinan wanita khususnya wanita muslim tengah menuju babak baru.
Di mana ada banyak wanita yang bisa menempati kursi penting di pemerintahan
atau menjadi tokoh publik. Hal ini dengan alasan karena saat ini daftar mata
pilih dari kaum Hawa ternyata melebihi dari kaum Adam. Sehingga secara otomatis
mau tidak mau perempuan menempati posisi strategis bahkan menempati posisi
penting dan bargaining (nilai tawar) yang tinggi disebabkan karena tingginya
peran perempuan di ranah politik. Baik sebagai wakil maupun calon pemilih.
Sehingga tidak menutup kemungkinan di semua sektor justru didominasi oleh kaum
perempuan sedangkan kaum pria hanya menonton dari kejauhan.
Sepakat atau tidak kenyataan itu semakin
lama semakin terbukti, setelah runtuhnya orde baru peran perempuan semakin
tinggi bahkan sangat tinggi prosentasenya dibandingkan ketika masa orde baru.
Hal ini disebabkan karena undang-undang pemilu belum memberikan ruang yang
lebih minimal setara kepada kaum perempuan. Dampaknya hanya beberapa orang saja
yang dapat menduduki kursi parlemen atau pejabat publik. Yang lebih banyak justru
kaum laki-laki. Namun, di masa reformasi ini keterlibatan perempuan dalam
politik cukup signifikan. Yaitu seperti diberitakan Kompas.com (30/09/2013)
pada Pemilu 1999, proporsi perempuan yang terpilih sebagai anggota parlemen
hanya 9,2 persen dari total jumlah anggota. Tahun 2004, proporsinya meningkat
jadi 11,81 persen. Peningkatan cukup besar terjadi pada Pemilu 2009, 18 persen.
Hal
ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam politik semakin terbuka lebar,
bahkan ada beberapa isyu yang berkembang kedepannya porsi perempuan di parlemen
setara dengan para laki-laki, tentu aja semuanya memberikan angin segar bagi
para perempuan Indonesia untuk berbuat lebih dalam politik. Namun sebaliknya
kondisi ini akan menjadi mimpi buruk bagi para laki-laki terkait semakin
terbukanya kran demokrasi dan kran keperwakilan perempuan dalam politik.
Akan tetapi melihat begitu banyaknya
para wanita yang terlibat kasus korupsi, sejatinya kekhawatiran ini pun sedikit
banyak semakin bias. Bahkan hilang, lantaran tidak menjamin bahwa wakil rakyat
perempuan akan berdampak yang signifikan terhadap hilangnya kasus korupsi di
negeri ini. Terbukti dari beberapa orang yang saat ini tengah terlibat kasus
korupsi adalah para kaum perempuan.
Namun
sayang sekali, angka itu belum cukup untuk membawa perubahan signifikan di
Senayan. Hasil jajak pendapat Kompas pekan lalu memperlihatkan, kehadiran
perempuan di DPR dinilai publik belum membawa perubahan nyata di masyarakat.
Secara umum, 62,5 persen responden menyatakan ketidakpuasannya atas kinerja
para perempuan politisi di Senayan.Sehingga ada banyak keraguan masyarakat
terkait rendahnya kinerja dan peran perempuan dalam parlemen. (Kompas.com,
30/09/2013).
Fenomena 2 :
Manajemen Syariah
dalam Pandangan para ekenomi barat
tentang sistem keuangan syariah kini makin berkembang seiring dengan terjadinya
krisis keuangan global .sebab, ketika keuangan konvensional tumbang terkena
krisis,keuangan syariah tetap bisa bertahan dan berkembang.karena itu ,banyak
ahli ekonomi barat yang mulai mempelajari keuangan syariah.bahkan sejumlah
negara maju seperti Inggris dan Amerika serikat mulai mendirikan unit-unit
ekonomi syariah.
Bicara
Keunggulan sistem ekonomi syariah ,termasuk bank syariah tidak hanya diakui
oleh para tokoh di negara – negara yang mayoritas penduduknya muslim.ketahanan
sistem ekonomi syariah terhadap hantaman krisis keuangan global telah membuka
mata para ahli ekonomi dunia.
Banyak
diantara mereka yang lalu melakukan kajian mendalam terhadap perekonomian yang
berlandaskan prinsip – prinsip syariah.Pasalnya keuangan syariah tidak
menggunakan instrumen derivatif seperti halnya keuangan konvensional.Meski
keuangan syariah juga memiliki resiko,namun syariah jauh dari ketidakpastian
atau gharar.Seluruh perjanjian jual beli tidak berlaku bila objek perjanjian
tidak pasti dan tidak transparan.
Jika
terkena resiko, maka keuangan syariah akan berbagi resiko tersebut.Di bidang
ritel,nasabah dan bank membagi resiko dari segala investasi sesuai dengan
peraturan yang telah disetujui serta membagi keuntungan yang di dapat.
Beberapa
layanan yang diberikan perbankan syariah yaitu untuk peminjam dana dan
penyimpan dana.Bagi peminjam dana ,produk yang ditawarkan adalah bagi
hasil,jual beli,usaha patungan dan asuransi.Sedangkan bagi penyimpan dana
tersedia berbagai produk yang ditawarkan seperti jasa penitipan dana dan
deposito.
Perbankan
syariah merupakan alternatif sistem perbankan yang memiliki beragam produk
perbankan didukung oleh skema keuangan yang lebih bervariasi dan
menguntungkan.Masyarakat bisa memakai jasa perbankan syariah untuk berbagai
kebutuhan finansialnya seperti pembiayaan pemilikan rumah,kendaran bermotor,
investasi,tabungan biaya sekolah,kesehatan ,pernikahan dan pembiayaan untuk
mengembangkan bisnis.
Manajemen
Syariah Ditinjau Dari Hukum Islam
Manajemen Syariah itu sendiri ditinjau
dari hukum islam adalah memberikan pembiayaan sesuai dengan nilai
syariah.karena dengan sistem syariah Bank tidak menarik bunga dan tidak ada
transaksi yang memiliki resiko tinggi .Misalnya:Seorang penjual beli rumah seharga
100 ribu dolar AS dan kembali menjual seharga 120 ribu dolar Asatau bahkan 300
ribu dolar AS jika terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli maka rumah
tersebut dijual secara cicilan sesuai kesepakatan bersama yang adil sampai tiba
waktu yang telah ditentukan tapi harus disertai beberapa saksi sehingga ketika
terjadi disalah satu pihak ada yang lupa masih ada saksi-saksi. sebagimana
firman alloh dalam quran surat Al –baqarah :282.yang artinya: ”Hai oarang-
orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang
ditentukan ,hendaklah kamu menuliskannya . Dan hendaklah seoarang penulis
diantara kamu menuliskannya dengan benar Dan janganlah penulis enggan
menuliskannya sebagaimana alloh mengajarkannya ,maka hendaklah ia menulis dan
hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu),dan
hendaklah ia bertakwa kepada alloh tuhannya ,dan janagnlah ia mengurangi
sedikitpun daripada hutangnya .Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya
atau lemah(keadaannya)atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan,maka hendaklah
walinya mengimlakan dengan jujur .Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi
dari orang – orang lelaki diantaramu .jika tak ada dua orang lelaki,maka(
boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi – saksi yang kamu
ridloi ,supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya.janganlah
saksi – saksi itu enggan (memberi keterangan)apabila mereka dipanggil; dan
janganlah kamu jemu menulis hutang itu baik kecil maupun besar sampai batas waktu
membayarnya .yang demikian itu lebih adil disisi alloh dan lebih dekat kepada
tidak (menimbulkan)keraguanmu.(Tulislah mua’malahmu itu)kecxuali jika mua’malah
itu perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu ,(jika)kamu tidak
menulisnya.dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli ,dan janganlahpenulis
dan saksi saling sulit –menyulitkan .jika kamu lakukan( yang demikian ),maka
sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu .dan bertaqwalah pada
alloh;alloh mengajarmu; dan alloh maha mengetahui segala sesuatu.”(QS .Al
–Baqarah :282)
Hukum
islam menyatakan bahwa uang tidak dapat tumbuh dengan sendirinya melalui bunga
yang berlipat ganda.Transaksi dagang dapat diterima selama harga yang
ditawarkan sesuai dengan komoditas yang diperdagangkan.karena nilai – nilai
islam melarang transaksi perbankan syariah dari hal- hal berbau ribawi,
maksiat, perjudian, dan ketidakpastian .
Fenomena 3:
“Kesemrawutan” Sistem Perencanaan
Dalam praktek perencanaan kota dan
daerah saat ini, kita sedang berada dalam era transisi. Dalam era ini, beberapa
pendekatan yangberbeda dan seringkali bertentangan dipakai secara bersama-sama.
Darisegi dokumen resmi perencanaan, misalnya, terdapat produk-produk
perencanaan
hasil dari cara berfikir perencanaan komprehensif(comprehensive rational
planning)–misalnya: Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Pola Dasar Pembangunan
(Poldas), Rencana Pembangunan Lima Tahun Daerah (Repelitada)—dipakai
bersamasama dengan produk dari pendekatan perencanaan strategis (strategic
planning)—antara lain: Program Pembangunan Daerah (Propeda), dan Rencana
Strategis Daerah (Renstrada). Selain itu, produk perencanaan pembangunan
(development planning)—misalnya: Poldas, Propeda, Renstrada—belum “mesra”
berinteraksi secara substansial dengan produk perencanaan keruangan (spatial
planning)—yaitu RTRW. Dari pandangan akademis, keberadaan bersama beberapa cara
berfikir tersebut merupakan suatu hal yang biasa, tetapi dalam praktek
perencanaan, hal ini membawa kebingungan tersendiri. Sudah ada usul agar jumlah
jenis dokumen perencanaan dikurangi dan disederhanakan. Selain itu, dalam masa
transisi, pendekatan-pendekatan yang berbeda tapi masing-masing masih
diperlukan dapat dilakukan “perkawinan” diantaranya. Dari kajian literatur, hal
ini banyak dilakukan di beberapa tempat, misalnya pada kasus yang dilaporkan
oleh Kemp (1992: 107) yaitu perkawinan antara pendekatan perencanaan
komprehensif dengan perencanaan strategis. Selain itu, antara perencanaan
strategis dengan perencanaan keruangan juga dapat dilakukan beberapa alternatif
sinergi pemikirannya (Djunaedi, 2001). Kata orang bijak, perbedaan merupakan
hikmah, dan antara yang berbeda tersebut dapat melahirkan sesuatu yang baru dan
bermanfaat. Pada masa sebelum Otonomi Daerah tahun 2001, perencanaan pembangunan
wilayah kita lebih banyak diwarnai oleh pendekatan perencanaan komprehensif.
Aliran ini lebih mendasarkan diri pada kekuatan rasional yang dilakukan oleh
para pakar, analis, dan perencana.
Cakupan perencanaan bersifat menyeluruh
(komprehensif) terhadap semua aspek, dan terhadap seluruh isu yang dihadapi.
Dalam implementasinya (pelaksanaan rencana), ditetapkan prioritas pena9 nganan
sesuai dengan ketersediaan sumberdaya. Pada prakteknya saat itu, karena
keterbatasan sumberdaya, maka banyak rencana yang “tinggal rencana” atau paling
tidak tingkat implementasinya kurang sekali. Meskipun secara teoritis,
perencanaan mencakup seluruh aspek, tetapi kadangkala sistem perencanaan yang
ada melahirkan beberapa dokumen yang terpisah, tidak terintegrasi. Misalnya,
pada masa lalu, dokumen perencanaan lingkungan hidup—yang biasa disebut sebagai
Agenda 21—berdiri sendiri dan dianggap sebagai bahan pertimbangan saja. Sudah
saatnya, Agenda 21 tersebut menjadi kesatuan dengan Propeda atau Renstrada,
sehingga konsep maupun program-programnya dapat terlaksana dengan baik. Kondisi
implementasi rencana yang sering berbeda dengan rencananya tersebut mendorong
banyak pemikir dan pengamat di Indonesia untuk mencari alternatif lain. Paling
tidak ada dua alternative pemikiran dilontarkan pada saat ini, yaitu: pertama,
upaya menggabungkan perencanaan kota dengan implementasinya dalam suatu
pendekatan yang disebut sebagai urban management. Alternatif pertama tersebut,
pada saat ini di Indonesia, masih lebih banyak berkembang di dunia pendidikan
dan pelatihan, daripada di praktek nyata.
Alternatif kedua, seperti halnya telah
dilakukan oleh negaranegara lain, banyak ajakan untuk menerapkan pendekatan
perencanaan yang bersifat lebih dekat ke pelaksanaan, yaitu antara lain
pendekatan perencanaan strategis ke praktek perencanaan wilayah di Indonesia
(Djunaedi, 1995). Dalam praktek, menurut catatan di kalangan akademisi,
perencanaan strategis diterapkan pertama kali di DKI tahun 1992 (Pingkan
Hamzens, 1998), kemudian di beberapa kota dan kabupaten sebagai ajang pelatihan
Proyek PKPK Depdagri (Sardison, 2001). Pada saat ini, pendekatan perencanaan
strategis telah banyak dipakai dalam perencanaan wilayah dan hasil
perencanaannya diwujudkan dalam bentuk dokumen Propeda dan Renstrada. Selain
dari aspek pendekatan tersebut di muka, sistem perencanaan saat ini ramai
diperdebatkan dari aspek penekanan bagian atau tahapan prosesnya. Satu pihak
menekankan pada tahap perencanaan yang produknya dilanjutkan dengan tahap
pemrograman dan kemudian tahap penganggaran. Penekanan pada tahap perencanaan
10 seperti ini memang dapat menimbulkan abuse of power, tapi hal itu mestinya
dapat dikendalikan dengan berbagai cara. Akhir-akhir ini penekanan tersebut
nampaknya telah bergeser— terutama dengan lahirnya Undang-undang nomor 17 Tahun
2003 tentang Keuangan Negara—segi penganggaran “dicurigai” terlalu mendominasi
dan menggeser peran perencanaan yang terintegrasi. Menurut saya, berbagai pihak
yang terkait dengan perencanaan saat ini perlu dapat duduk bersama untuk
memantapkan sistem perencanaan kita dan menghilangkan saling curiga diantara
kita—demi mewujudkan Indonesia yang akan selalu lebih baik dari hari-hari
kemarin.
SUMBER
http://mgb.ugm.ac.id/media/download/pidato-pengukuhan?download=281%3Apidato-pengukuhan-profir-achmad-djunaedi-murpphd&start=180.
http://obrolanmanusia.blogspot.com/2010/10/fenomena-manajemen-syariah.html
http://politik.kompasiana.com/2013/12/22/ratu-atut-fenomena-kepemimpinan-wanita-muslim-di-era-kekinian-618870.html
http://tugasfarrell.blogspot.com/
http://latansablog.wordpress.com/2011/11/24/pengertian-kepemimpinan-dan-teori-teori-kepemimpinan/
http://rachmabuana.blogspot.com/2013/10/manfaat-perencanaan-dan-jenis.html
http://rachmabuana.blogspot.com/2013/10/manfaat-perencanaan-dan-jenis.html
http://xiaolichen14.wordpress.com/2013/11/24/perencanaan-manfaat-dan-jenis-jenis-perencanaan-dalam-organisasi/
http://zuhairistain.blogspot.com/2013/03/pengertian-perencanaan.html
http://choirunnisawijayanti.blogspot.com/2013/10/psikologi-manajemen.html
http://d-p-y.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-manajemen.html