Senin, 09 Desember 2013

#PTI Pengaruh IT Terhadap Prestasi Akademik

Mengenal Interaksi Manusia dan Komputer
Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) adalah suatu studi yang mempelajari hubungan interaksi antara manusia komputer dan penugasan, prinsipnya adalah pengertian bagaimana manusia dan komputer dapat secara interaktif menyelesaikan penugasan dan bagaimana sistem yang interaktif tersebut dapat dibuat. Interaksi Manusia dan Komputer merupakan gabungan disiplin ilmu pengetahuan dari bidang keilmuan, teknik dan seni, IMK juga melibatkan pembentukan dan aplikasi prinsip, petunjuk dan metode-metode yang mendukung perancangan dan evaluasi dari sistem yang interaktif.
IMK adalah bagian disiplin ilmu komputer, ilmu komputer meliputi teori, metode dan latihan pemrosesan. pusat perhatiannya pada pembentukan dan pemrograman komputer, dan mempertimbangkan bahasa untuk menulis program.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik individu. Menurut Rola (2006) terdapat lima faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, yaitu:

1)      Pengaruh Keluarga dan Kebudayaan
Besarnya kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua dan jumlah seta urutan anak dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan prestasi. Produk-produk kebudayaan pada suatu daerah seperti cerita rakyat, sering mengandung tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat.

2)      Peranan Konsep Diri
Konsep diri merupakan bagaimana individu berfikir tentang drinya sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan haltersebut sehigga berpengaruh dalam tingkah lakunya.

3)      Pengaruh dari Peran Jenis Kelamin
Prestasi kademik yang tinggi biasanya diindentikkan dengan maskulinitas, sehingga banyak wnita yang belajar tidak maksimal khususnya jika wanita tersebut berada diantara pria. Pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan, yang artinya pada wanita terdapat kekhawatiran bahwa dirinya akan dilotak oleh masyarakat apabia dirinya memperoleh kesuksesan, namun sampai saat ini konsep tersebut masih diperdebatkan.                     

4)      Pengakuan dan Prestasi
Individu akan berusaha bekerja keras jika dirinya merasa diperdulikan oleh orang lain. Diman prestasi sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, keluarga dan dukungan dari lingkungan tempat dimana individu berada. Individu yang diberi dorongan untuk berprestasi akan direalistis dalam pencapaian tujuannya.

5)      Motivasi


Motivasi adalah daya penggerak seseorang yang menjadi aktif pada saat-saat tertentu dimana seseorang tersebut ingin mencapai tujuan. Motivasi ini sendiri terbagi menjadi 3 bagian yaitu motivasi internal, motivasi eksternal, dan motivasi berprestasi.
a.       Motivasi Internal : motivasi dari dalam diri sendiri dimana dia ingin mencapai sesuatu yang dia inginkan, biasa disebut dengan “niat”
b.      Motivasi Eksternal : motivasi yang didapat dari orang lain seperti halnya pujian, taua pemberian hadiah atas kesuksesannya.
c.       Motivasi berprestrasi : dimana seseorang memiliki keinginan bejuang untuk sukses dan memilih kegiatan yang berorientasi sukses. Motivasi ini tidak jauh berbeda dengan motivasi internal.
 

 Interaksi Manusia dan Komputer merupakan subyek yang menggunakan teori dan metode yang relevan dari banyak bidang ilmu, meliputi ilmu-ilmu fisik dan sosial, juga teknik dan seni. kontribusi yang penting dalam IMK berasal dari ilmu komputer dan psikologi. study tentang IMK membutuhkan pengetahuan yang aspek-aspeknya berasal dari kontribusi disiplin ilmu yang diaplikasikan ke masalah khusus.

 Referensi :


http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

Caroll, J.M. 1990. Infinite Detail and Emulation in an Ontologically Minimized HCI, in "Enpowering People, CHI190". Chew, J.W. and Whiteside, J. (eds). Addison-Wesley. Reading MA.

http://entertainmentgeek-jimmy.blogspot.com/2011/07/ini-dia-faktor-yang-mempengaruhi.html

Rabu, 06 November 2013

#PTI Polarisasi Kelompok

Group Polarisation (Polarisasi Kelompok) adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu. Manfaat dari polarisasi pendapat kelompok adalah memperkuat pandangan rata-rata kelompok sehingga tidak memecah-mecah pandangan kelompok. Polarisasi kelompok dapat terjadi juga karena perbandingan sosial, yaitu menilai pendapat dan kemampuan seseorang dengan cara membandingkannya dengan pendapat dan kemampuan orang lain.

Polarisasi kelompok adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu. Polarisasi Kelompok adalah intensifikasi dari suatu pre-existing awal kelompok pilihan ( Baron et al. 1992 : 73). Fenomena polarisasi kelompok adalah kecendrungan kelompok yang menyebabkan orang mengubah keputusan mereka, baik ke arah yang lebih teliti, atau lebih mengandung resiko. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.

Sebagai contoh polarisasi yang diakibatkan oleh fasilitas internet adalah pembentukan kubu para pengguna. Misalkan anda adalah pengguna layanan jejaring sosial dibawah. Maka disadari atau tidak anda sudah ikut terpolarisasi dan menjadi bagian dari salah satu kelompok pengguna salah satu fasilitas jejaring sosial.

Adapun penyebab-penyebabnya adalah :

1. Perbandingan

Memperhitungkan kemampuan orang lain, pendapat yang sudah diyakini diperbandingkan lagi dengan pendapat orang lain.

 2. Diskusi

Dalam suatu diskusi terkumpul ide-ide, maka bukan hal yang tidak mungkin pula akan terlahir ide-ide yang sama pula.

3. Tidak adanya prasangka



Sumber:

http://pinkyrsapphira.blogspot.com/2012/10/polarisasi-kelompok.html

http://mazayadesya.blogspot.com/2012/10/polarisasi-kelompok.html

http://ciielsie.blogspot.com/2012/10/polarisasi-kelompok.html

http://ziezaahh.blogspot.com/2012/10/artikel-komunitas-online-polarisasi.html


http://deathneverlost.wordpress.com/2012/10/31/polarisasi-dalam-internet-hingga-terbentuk-kelompok/

#PTI Komunitas ONLINE


Secara istilah kata komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang artinya masyarakat, publik atau banyak orang. Sedangkan komunitas online merupakan sekumpulan pengguna internet yang memiliki tujuan, hobi atau kesamaan lain dan membentuk suatu wadah dengan menggunakan internet.

Beberapa contoh komunitas online, yaitu :
Facebook
Facebook merupakan suatu jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004 oleh Facebook, Inc. Di dalam facebook para pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan dan kesamaannya.

Twitter
Twitter merupakan suatu jejaring sosial yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., pada tahun 2006. Para penggunanya dapat mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets) dalam bentuk teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").
 Kaskus
Kaskus yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk, merupakan situs forum komunitas maya terbesar dan nomor 1 Indonesia. Kaskus lahir pada tanggal 6 November 1999, dan dikelola oleh PT Darta Media Indonesia. Kaskus memiliki lebih dari 4,5 juta pengguna (disebut dengan Kaskuser) terdaftar, yang umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia. Di dalam kaskus terdapat beberapa forum yang dibagi berdasarkan kegunaannya masing masing, seperti LOE-KE-LOE, FORUM JUAL BELI, dan lain sebagainya.

Daftar pustaka :




http://aryowidiantoko .blogspot.com/2012/06/review-beberapa-komunitas-online-di.html



#PTI Internet Addiction

Apakah Anda tidak pernah melepaskan diri dari komputer, laptop atau handphone 3G Anda? Apakah Anda seorang maniak internet? Kapanpun dan dimanapun Anda berusaha untuk online demi berbagai macam kepentingan, Padahal Anda tahu bahwa diri Anda bukanlah programmer, hacker, cracker, pengembang web atau admin sebuah jaringan? Apakah Anda menjadikan jejaring sosial sebagai satu-satunya media Anda untuk berinteraksi sosial? Serta Anda melakukannya sepanjang hari Anda? Anda terlena dengan dunia maya dan melupakan kenyataan diluar sana, jika ini semua yang Anda alami maka ketahuilah kemungkinannya Anda sudah mengidap gangguan kecanduan internet.
Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.
Ditemukan kasus di Amerika dimana seseorang harus tidak lulus karena tidak pernah menghadiri kelas untuk sibuk berinternet. Sedangkan untuk kasus didalam negeri sendiri adalah seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, selama itu gadis tersebut mengaku tinggal disebuah warnet untuk memainkan game online (sumber: Media Indonesia).
Beberapa bentuk gejala kecanduan ditunjukkan dengan kurangnya tidur, kelelahan, nilai yang buruk, performa kerja yang menurun, lesu dan kurangnya fokus. Penderita juga cenderung kurang terlibat dalam aktivitas dan hubungan sosial. penderita akan berbohong tentang berapa lama waktu yang mereka gunakan untuk online dan juga tentang permasalahan-permasalahan yang mereka tunda karenanya. Dalam keadaan offline mereka menjadi pribadi yang lekas marah saat ada yang menanyakan berapa lama waktu yang mereka gunakan untuk berinternet.
Dr Ronald Pies, profesor psikiatri dari SUNY Upstate Medical University, New York, mengatakan “Kebanyakan dari orang-orang yang kecanduan internet adalah mereka yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang tak bisa bersosialisasi sehingga mereka sulit untuk bertemu muka dengan orang lain secara langsung.” Dari hal tersebut maka diketahui bahwa kecenderungan kecanduan ini dimiliki oleh mereka yang memiliki gangguan dalam dunia nyata, sehingga internet merupakan salah satu media ‘pelarian’ mereka.
Ketidakmampuan seseorang dalam mengontol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya adalah cikal bakal dari lahirnya bentuk kecanduan ini, bahkan di Amerika Serikat sendiri telah berdiri panti rehabilitasi untuk menyembuhkan bentuk kecanduan khusus internet. kebiasaan yang tidak terkendali memang terkadang dapat menimbulkan petaka tersendiri bagi diri kita, dengan tidak bisa mengatur lamanya durasi berinternet, menghabiskan waktu dan menghancurkan semua tanggung jawab dalam kehidupannya.
Internet bukanlah sebuah bencana, sebaliknya, jelas internet telah membantu proses pencerdasan bangsa, mengubah dunia menjadi sebuah kampung kecil, dimana jarak dan waktu tidak lagi menghambat penyebaran informasi. Komunikasi antar manusia, walau jauh jaraknya, kini dengan adanya berbagai jejaring sosial telah memudahkan interaksi. Internet telah menjadikan dunia penuh dengan kemajuan, di desa dan di pelosok terdalam sekalipun dapat mengikuti setiap detik perkembangan dunia, pemerataan informasi dan pengetahuan semakin dirasakan nyata.
Kembali pada apa yang dilakukan seseorang dalam menggunakan teknologi ini, apakah bermanfaat atau tidak? apakah baik atau buruk? Perbandingannya, sebagai contoh, seperti ketika seseorang menghabiskan 24 jam nonstop, online demi mencari bahan untuk tugas akhir kuliahnya atau informasi bisnis atau mungkin juga melakukan promosi toko online yang dimilikinya, secara logika hal tersebut tidaklah ada salahnya, karena jelas pengunaannya bermanfaat sesuai dengan tujuan dan pekerjaannya. Namun, jika seseorang menghabiskan waktu untuk online untuk sekedar browsing selama 24 jam nonstop, sekedar saja, sekedar menonton video porno, sekedar main judi online, sekedar memainkan game online, sekedar kesenangan tak bermanfaat, kemudian meninggalkan tanggung jawabnya di dunia non-maya dan tidak memiliki tujuan yang penting dan berarti, maka ini diindikasikan sebagai gangguan atau sakit.
Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, kebiasaan berinternet yang sehat adalah dengan menyesuaikan jadwal dan juga kepentingan, serta tidak melupakan tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing individu. Walau kini dunia maya selalu saja menghadirkan inovasi-inovasi terbaru, yang mana memungkinkan mereka yang tidak memiliki depresi berat, kecemasan atau gangguan sosial untuk ketagihan melakukan kegiatan dalam dunia maya, dengan demikian kebijaksanaan sebagai pengguna adalah dibutuhkan untuk mengimbanginya.
Banyak sekali manfaat yang telah diberikan internet kepada manusia, banyak pengetahuan dan juga informasi disini yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan demikian maka kebijaksanaan seseorang untuk menggunakan teknologi itu sendiri yang harus terus dikembangkan, sehingga tujuan awal dari penciptaan teknologi yaitu guna mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia dapat benar-benar terwujud dikemudian hari.
(Amarilldo)

Sumber:






#PTI Dampak Positif & Negatif Internet


Beberapa Dampak Negatif Internet

1.     Pornografi : anggapan yang menyebutkan bahwa internet identik dengan pornografi, itu tidak       salah. Dengan kekuatan untuk berikan informasi yang dimiliki internet, pornografi merajalela. Untuk mengantisipasi semua itu, ‘browser’ produsen merampungkan program mereka dengan kekuatan untuk memilih type home page yang bisa ditemukan photo secara online. di pornografi serta kekerasan dapat menyebabkan dorongan pada seseorang untuk lakukan tindak pidana.

2.     Kekerasan dan Gore : Kekejaman serta kesadisan juga banyak. Dikarenakan sisi bisnis serta isi didunia internet tidak terbatas, maka beberapa pemilik website memakai semua jenis cara untuk “menjual” website mereka. di antaranya yaitu dengan tunjukkan hal-hal yang tabu.

3.     Penipuan : Saat ini memanglah merajalela di bidang apa pun. Internet tidak luput dari serangan penipu. Langkah paling baik yaitu untuk mengabaikannya atau mengkonfirmasi informasi yang anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

4.     Carding : Dikarenakan ‘real time’ ( langsung ), cara belanja dengan menggunakan CC atau kartu kredit mungkin adalah langkah yang sangat umum di dunia internet. Internet penjahat bahkan kejahatan yang sangat berkomitmen didalam bidang ini. Dengan karakter yang terbuka, beberapa penjahat dapat mendeteksi adanya transaksi ( memakai kartu kredit ) online serta mencatat kode kartu yang dipakai. Dan setelah itu mereka gunakan data-data yang mereka peroleh untuk keperluan kejahatan mereka.

5.     Perjudian : Dampak lain yaitu perluasan perjudian. Dengan jaringan yang ada, beberapa penjudi tak perlu pergi ke area khusus untuk memenuhi keinginannya. Para pemain judi hanya perlu hindari website seperti ini, dikarenakan umumnya website perjudian tidak agresif serta membutuhkan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

6.     Kurangi karakter sosial manusia dikarenakan mereka condong lebih senang berkomunikasi melalui internet dari pada bersua secara langsung atau “face to face”. Dari perubahan karakter sosial bisa mengakibatkan pergantian pola didalam masyarakat untuk berinteraksi.

7.    - Penggunaan internet yang kurang bijak dapat berdampak semakin rusaknya kepribadian bahkan moral seorang pelajar. Misalnya menggunakan layanan internet untuk membuka situs-situs yang tidak semestinya diakses oleh usia pelajar.
8.    - Selain mengakses situs yang tidak semestinya, pelajar yang malas akan menggantungkan sebuah tugas sekolah dengan copy paste konten yang ada diinternet tanpa perubahan dalam suatu tulisan kemudian mengumpulkan tugas tersebut. Hal ini akan mengakibatkan pelajar cenderung semakin menjadi pemalas.
9.    - Dengan layanan internet juga dapat mengakibatkan pelajar akan cenderung lupa akan kewajiban belajarnya bila menggunakan internet hanya untuk bermain game atau sibuk dimedia sosial yang membahas persoalan diluar dari tema ilmu pengetahuan.


Dampak Positif Internet

1. Rajin Membaca
Internet merupakan dunia maya yang penuh dengan informasi. Dampak Positif Internet baik informasi yang memang anda butuhkan untuk pekerjaan, atau sekedar untuk mencari hiburan, dan bisa berupa artikel atau video. Sadar atau tidak, anda telah menjadi orang yang lebih sering membaca karena internet. Rajin membaca dapat melatih otak untuk berpikir lebih baik dan meningkatkan konsentrasi. Apabila berita atau artikel yang anda baca berbahasa asing, tentu saja anda juga dapat melatih kemampuan berbahasa asing anda sekaligus.

2. Berwawasan Luas
Hal ini sebenarnya berhubungan dengan rajin membaca. Apabila anda mengunjungi salah satu situs informasi, mungkin anda akan kaget apabila melihat banyaknya topik yang dibahas oleh situs tersebut.  Dampak Positif Internet Mulai dari politik, kesehatan, film, musik, hingga informasi regional seperti khusus daerah Jawa Barat pun tersedia. Menggunakan internet untuk mengakses situs-situs informasi seperti ini akan menambah wawasan anda. Menjadi seseorang dengan wawasan yang luas tidak pernah menjadi hal yang buruk, bahkan anda bisa menjadi terlibat dalam setiap pembicaraan dan menjadi mudah bergaul.
3. Berpikiran Terbuka
Selain sebagai sumber informasi, internet juga dapat digunakan untuk bersosialisasi. Situs jejaring sosial kini sudah menjamur, berbagai macam situs dengan kelebihannya masing-masing dapat anda gunakan secara bebas. Namun tak sedikit orang yang menggunakan situs jejaring sosial sebagai media untuk berekspresi, seperti publik-publik figur yang mencoba untuk menjadi pusat perhatian dengan memberikan komentar-komentar yang kontroversial di jejaring sosial mengenai isu-isu tertentu, yang tentu saja bisa dibaca siapa saja. Suka atau tidak, orang-orang seperti ini, beserta komentar yang dilontarkan, bisa membuat hidup anda menjadi lebih berwarna.
4. Mengendalikan Diri
Apabila anda merupakan orang yang suka memberikan komentar baik di comment section pada sebuah berita atau anda merupakan seorang yang aktif dalam online forum, pasti anda pernah melihat beberapa komen yang bersifat ofensif, apalagi terkait topik-topik tertentu dan sensitif, seperti agama misalnya. Apabila anda tersinggung setelah membaca komen tersebut, ingatlah bahwa orang tersebut berani berkata demikian karena ia merasa tidak mungkin diketahui siapa dia sebenarnya. Walau sebenarnya bisa saja anda cari tahu, namun usaha anda hanya akan membuang-buang waktu. Belajarlah untuk tidak terpancing hal-hal seperti itu, apabila anda ingin membalas komentar orang tidak bertanggung jawab tersebut, bersikaplah sopan, tunjukkan bahwa anda memang berada diatas orang tersebut.
5. Belajar Menghargai
Kebebasan berekspresi memang benar-benar digunakan oleh para pengguna internet. Semua orang diberi kebebasan yang sama. Tidak semua orang bisa sependapat. Karena itu, membiarkan orang lain berpendapat sesuai yang apa yang mereka yakini akan membantu anda untuk lebih menghargai pendapat orang lain. Hargailah orang lain apabila anda ingin dihargai.
6. Meningkatkan Kesadaran Diri
Yang tidak disadar kebanyakan pengguna internet adalah setiap tindakan negatif yang mereka lakukan  merupakan cerminan diri mereka sendiri. Banyak yang bisa anda ambil dari apa yang anda baca, lihat dan dengar di internet. Dan bersikap dewasalah saat menggunakan internet, agar internet dapat membawa kebaikan pula bagi anda. Memperhatikan hal-hal kecil akan membuat anda siap untuk menghadapi hal yang besar. Maka dari itu, sejak saat ini anggaplah internet juga sebagai wadah untuk terus berintrospeksi dan memperbaiki diri.

Dampak Positif Internet  merupakan bagian dari evolusi teknologi, dan tentu saja saat diciptakan, tujuannya untuk sesuatu yang positif. Kini internet dapat diakses hampir dimana saja, dan dengan segala fungsinya, internet dapat membuka kesempatan-kesempatan baru bagi penggunanya. Dan dengan dampak positif yang diberikan internet, maka internet akan semakin berperan penting dalam kehidupan penggunanya.

sumber :

http://artikelterkait.com/dampak-negatif-internet.html#ixzz2jvhwh100
http://masterastronomi.blogspot.com/2013/01/dampak-positif-dan-negatif-internet.html
http://9triliun.com/artikel/50/dampak-positif-internet.html
http://conberto.blogspot.com/2013/06/dampak-positif-dan-negatif-internet.html

http://miraclekidx.blogspot.com/2013/01/dampak-positif-dan-negatif-internet.html


Rabu, 09 Oktober 2013

#PTI Flaming,Troling,Junking

FLAMING

Flaming adalah tindakan posting atau mengirim pesan yang tidak sopan melalui Internet. Pesan-pesan, yang disebut “flaming,” dapat diposting dalam forum diskusi online atau newsgroup, atau dikirim via e-mail atau instant messaging program. Daerah yang paling umum di mana flaming terjadi adalah forum diskusi online, yang juga disebut buletin board.

Flaming sering mengarah pada perdagangan penghinaan antara anggota dalam forum tertentu. Ini adalah hasil disayangkan, seperti yang sering melempar diskusi tentang topik yang sah baik keluar jalur. Misalnya, topik forum diskusi dapat “Memilih Mac atau PC.” Beberapa pengguna Mac dapat memposting pesan sombong tentang manfaat dari Mac, yang pada gilirannya mendorong respon dari pengguna PC menjelaskan mengapa Mac menghisap dan mengapa Windows adalah jelas platform yang lebih baik. Pengguna Mac kemudian dapat mengirim balasan mengatakan bahwa pengguna Mac, pada kenyataannya, suatu spesies yang lebih cerdas yang tidak naif sebagai pengguna PC. Ini mengobarkan serangan lebih pribadi dari pengguna PC, yang menghasut perang.

Perang api ini, juga disebut “pie fights,” tidak terbatas hanya dua orang pada satu waktu, tetapi mungkin melibatkan beberapa pengguna. Hal ini menyebabkan membengkak negatif dalam kelompok diskusi online dan menghasilkan sedikit, jika ada, produktif. Flaming adalah sayangnya salah satu pelanggaran yang paling umum netiket online. Alih-alih menjadi perhatian dari sudut pandang orang lain, “flamers” memaksa agenda mereka sendiri pada pengguna lain.

Sementara beberapa flaming disengaja, beberapa tidak. Hal ini karena pengguna mungkin salah paham maksud dari pesan pengguna lain atau posting forum. Sebagai contoh, seseorang mungkin membuat komentar sinis yang tidak dipahami sebagai sarkastis oleh pengguna lain, yang mungkin tersinggung dengan pesan. Menggunakan emoticon dan jelas menjelaskan niat seseorang dapat membantu menghindari kesalahpahaman online. Karena efek samping yang terbakar, yang terbaik adalah untuk berbuat salah di sisi kerendahan hati dan sopan ketika posting atau mengirim pesan secara online.

TROLING

 Apa itu Trolling?

Trolling atau Internet troll mengacu pada orang yang mengirim pesan (atau juga pesan itu sendiri) di Internet dengan tujuan untuk membangkitkan tanggapan emosional atau kemarahan dari pengguna lainnya.

Trolling sering dideskripsikan sebagai versi online dari eksperimen pelanggaran, dimana batas-batas sosial dan aturan etiket diabaikan. Mereka yang mengaku sebagai troll sering memposisikan diri sebagai Devil’s Advocate, gadflies atau culture jammers, untuk menantang pendapat umum atau asumsi umum dari forum yang mereka ikuti, dengan tujuan untuk mengalihkan atau mengenalkan cara berpikir yang baru.

Troll sering digambarkan sebagai orang yang berada di lingkungan yang salah. Namun hal ini sering diakibatkan karena kesalahan atribusi mendasar, karena seringkali tidak mungkin untuk mengetahui identitas sebenarnya dari individual yang mengikuti debat online. Mengingat umumnya troll yang serius sebenarnya ‘mengetahui’ batas-batas sosial, maka sulit untuk memposisikan mereka sebagai orang yang berada di lingkungan yang salah, karena sebenarnya mereka sangat fasih terhadap tujuan-tujuannya.

JUNKING

JUNK = JUNK adalah kata kata yang tidak berguna untuk dipost. Apalagi niatnya cuma buat nambahin jumlah post.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Troll_internet

http://forums.megaxus.com/showthread.php?35693-Arti-Kata-OOT-JUNK-SARA-FLAMING-HOAX-.-WAJIB-d-baca-untuk-para-nubie-!-.

Minggu, 06 Oktober 2013

#PTI Netiquette



Netiquette merupakan Etika dalam menggunakan Internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.

Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka.

Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah:
Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall
Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,:
 a. jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
b. jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit
c. jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
d. jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
e. jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.

Contoh kasus netiquette:
Dengan sangat menyesal, sore tadi kami harus menghapus (delete) sebuah komentar seorang pembaca Kompasiana yang sangat tidak bernetiket, tidak ada sopan-santunnya! Memberi komentar atau menanggapi tulisan boleh-boleh saja, sebab itu cermin demokratisasi. Tetapi bila komentar disampaikan secara tidak sopan, kasar, sarkastis, nyinyir, mendiskreditkan penulis, dan “nggak nyambung”, kami tidak akan memoderasinya (menayangkannya). Kalaupun sudah tayang seperti kasus tadi, kami tidak segan untuk menghapusnya!
Seorang pembaca Kompasiana (tidak usah kami sebutkan identitasnya), mengomentari postingan Budiarto Shambazy berjudul Chicago 4 November 2008. Anehnya, komentar yang disampaikan bukan pada masalah yang ditulis, akan tetapi mengomentari penulisnya secara tidak proporsional. Sang penulis menjadi obyek serangan cacimaki. Sangat tidak bernetiket, jauh dari sikap terpelajar, seakan-akan tidak ada seorangpun yang mengajarinya peradaban.
Sopan santun di dunia maya sama saja seperti di dunia nyata, harus berpegang pada etiket. Masak kepada orang yang belum kenal langsung memaki-maki, di depan umum lagi!
Kompasiana adalah blog publik, dimana setiap tulisan maupun komentar dimungkinkan untuk ditayangkan, dibaca dan sekaligus dikomentari khalayak banyak. Saat pesta blogger berlangsung, Sabtu 22 November lalu, Kompasiana mulai membuka registrasi lengkap dengan tata-caranya bagi mereka yang berniat untuk menjadi penulis Kompasiana. Mengapa registrasi diberlakukan? Ini semata-mata agar penulis Kompasiana bukanlah anonimi alias “siluman”, tetapi orang yang berani menunjukkan identitasnya secara jelas, bahkan berani menampilkan foto dirinya sendiri!
Selama ini pembaca yang menukilkan komentar pada postingan tertentu tidak diharuskan melakukan registrasi. Dibiarkan bebas begitu saja, meski pada akhirnya harus dimoderasi. Mungkin ada baiknya juga jka si pemberi komentar pun kelak harus melakukan registrasi agar menjadi anggota Kompasiana terlebih dahulu. Tentu saja sikap ini harus diambil karena kita ingin menciptakan komunitas dengan identitas jelas, bukan mereka yang menyembunyikan identitas karena mungkin kurang percaya diri.
Kita ingin dan mendambakan komunitas yang berani berpendapat, bertanggung jawab atas apa yang ditulisnya, dan tetap memegang etiket bergaul di internet. Namun di sisi lain, Kompasiana tetap terbuka untuk dibaca dan dipetik manfaatnya oleh siapapun.

DAFTAR PUSTAKA :
http://yanggerina.blogspot.com/2011/12/pengertian-netiquette.html
http://gumilang-kitty.blogspot.com/2011/10/pengertian-dan-contoh-kasus-netiquette.html