Jumat, 03 Mei 2013

PEMBAGIAN IKLIM





Pembagian Iklim
Tentunya Anda masih ingat apa yang dimaksud dengan iklim. Coba sebutkan kembali pengertian iklim! Iklim di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
a.
Iklim Matahari
Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi.
1)
Iklim Tropis
Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.
Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut: Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
  •  
  • Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
  • Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
  • Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
2)
Iklim Sub Tropis
Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang.
Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:
  • Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.
  • Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
  • Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  • Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.
3)
Iklim Sedang
Iklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:
  • Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
  • Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
4)
Iklim Dingin (Kutub)
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es.
Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:
  • Musim dingin berlangsung lama
  • Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
  • Udaranya kering.
  • Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
  • Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
  • Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
  • Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
  • Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.
Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:
• Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
• Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.
b.
Iklim Fisis
Apa yang dimaksud dengan iklim fisis. Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan.
Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).
1)
Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.
Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
a) Suhu rata-rata tahunan rendah;
b) Amplitudo suhu harian rendah/kecil;
c) Banyak awan, dan
d) Sering hujan lebat disertai badai.
Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
a) Amplituda suhu harian dan tahunan kecil;
b) Banyak awan;
c) Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik;
d) Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
2)
Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40(, yaitu sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil; dan
b) Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.
Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu tahunan besar;
b) Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah; dan
c) Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.
3)
Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu harian dan tahunan besar;
b) Udara kering,
c) Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan
d) Jarang turun hujan.
4)
Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi;
b) Terdapat di daerah sedang;
c) Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil;
d) Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan;
e) Kadang banyak turun salju.
5)
Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a) Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
b) Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.
Selain pembagian iklim menurut letak garis lintang dan ketinggian tempat, berikut ini akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa para ahli antara lain:
a.
Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
  1. Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
    • suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C,
    • suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
    • curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
    • tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.
  2. Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
    • Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa);
    • Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar;
  3. Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
  4. Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
  5. Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
Dari kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa macam iklim, yaitu:
  1. Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut:
    (1) Af = Iklim panas hujan tropis.
    (2) As = Iklim savana dengan musim panas kering.
    (3) Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
    (4) Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
  2. Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu:
    (1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab dari iklim A, C, dan D.
    (2) BW = Iklim gurun.
  3. Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu:
    (1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering.
    (2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk.
    (3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
  4. Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu:
    (1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
    (2) Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
  5. Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu:
    (1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
    (2) Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.
Perlu Anda ketahui bahwa menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D.
Af dan Am
=
terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.
Aw
=
terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.
C
=
terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.
D
=
terdapat di pegunungan salju Irian Jaya.
b.
Pembagian Iklim Menurut F. Junghuhn
Berdasarkan hasil penyelidikan Junghuhn pembagian daerah iklim di Jawa ditetapkan secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan. Perhatikan pada gambar di bawah ini.
Gambar 25: Pembagian iklim menurut Junghuhn
Menurut Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut
  1. Daerah panas/tropis
    Tinggi tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
  2. Daerah sedang
    Tinggi tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.
  3. Daerah sejuk
    Tinggi tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.
  4. Daerah dingin
    Tinggi tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya.
c.
Pembagian Iklim Menurut Mohr
Mohr membagi iklim berdasarkan curah hujan yang sampai ke permukaan bumi, yaitu menjadi tiga golongan sebagai berikut:
  1. Bulan kering (BK), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut kurang dari 60 mm.
  2. Bulan sedang (BS, yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar antara 60 – 90 mm.
  3. Bulan basah (BB), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut 100 mm ke atas.
d.
  1. Bulan kering (BK), yaitu curah hujan yang sampai ke permukaan bumi kurang dari 60 mm.
  2. Bulan basah (BB), yaitu curah hujan yang sampai kepermukaan bumi lebih dari 60 mm.



SUMBER                  

Rabu, 24 April 2013

KOLABORASI HOBBY DARI KELOMPOK KAMI



Nama Kelompok                                                                              NPM
Ø  Aditya Muhammad                                                         10512241
Ø  Tia Rahmawati Dewi                                                       17512365
Ø  Tri Handayani                                                                     17512449
Ø  Elfa haifa.R                                                                          12512451
Ø  Hasni Yulianti                                                                     13509964
Ø  Imas Amalia                                                                        15509505
Ø  Ires Dwi Iftittah                                                                 14509916
KELAS            : 1PA04
JURUSAN    : S1.PSIKOLOGI / PSIKOLOGI
TUGAS KELOMPOK : MATEMATIKA & IAD

                Kelompok kami ini mempunyai beragam-ragam hobby dan kesukaan yang berbeda-beda, kami memang memiliki perbedaan tetapi apabila kami disatukan, kami dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna, seperti misalnya kita memiliki hobby yang berbeda dan dapat menghasilkan sesuatu yang baru dari hobby kami yang disatukan, contoh nya seperti Aditya Muhammad dan Hani yulianti yang hobby nya suka memainkan alat musik, Tia Rahmawati Dewi hobby nya berjualan atau bedagang, Tri Handayani mempunyai hobby Memasak seperti masak-masakan tradisional dan makanan yang belum pernah dia coba selalu dia mempunyai ide-ide untuk mencoba masakan barunya, Elfa haifa.R hobby nya menonton film-film yang baru dan bagus,Imas Amalia dan Ires Dwi iftittah hobby nya main games seperti games-games yang keren. Dari hobby kita ini kita menonjolkan kolaborasi yang unik dan mempunyai hasil yang insyallah memuaskan, disini kami mempunyai ide untuk membuat salah satu Restaurant,tetapi restaurant ini bukan seperti restaurant-restaurant biasanya, karna disini kami memfasilitasi restaurant ini dengan kolaborasi hobby-hobby kami dan yang berisi dengan fasilitas dari hobby-hobby kami ini, seperti mempunyai restaurant karena Tri Handayani suka memasak dia disini akan berperan menjadi juru masak, dan untuk bagaimana cara menjual dan mempromosikan restaurant kami ini ada Tia Rahmawati Dewi yang akan membantu untuk menjual dan mempromosikan karna dia hobby nya berjualan dan berdagang dan karna dia lebih berpengalaman untuk berjualan dan berdagang, di dalam restaurant kami ini kami menyediakan fasilitas musik seperti akustikan, karena disini juga Aditya Muhammad dan Hani Yulianti suka bermain musik dan dia akan menampilkan akustik di restaurant kami ini, selain akustik juga kami akan membuka permainan seperti games-games seru yang di ide kan oleh hobby  Imas Amalia dan Ires dwi iftittah mreka akan membuka permainan untuk para pengujung yang sedang makan malam atau bermain di restaurant kami, dan selain games dan akustik di dalam restaurant kami juga, kami akan menyediakan fasilitas untuk menonton film disetiap hari-hari tertentu seperti hobi yang dimiliki oleh Elfa haifa.R. Di restaurant kami bukanlah seperti restaurant-restaurant yang biasa, disini kamu membuka restaurant kami yang unik dari ide-ide hobby kami yang kami satukan, Mungkin disinilah kolaborasi hobby kami yang kami satukan menjadi sebuah hal yang positif.
Pepatah  pernah mengatakan: “ Do what you love, love what you do.”
Kita harus menyukai apapun yang kita kerjakan dan melakukan apa yang kita senangi. Jika kita melakukan sesuatu dari yang kita senangi maka tidak akan terasa berat dan terbebani, karena jika kita melakukannya dengan rasa senang kita akan melakukannya dengan ikhlas. Jadi dari hobby kami semua ini, tidak hanya sekedar menjadi hobby biasa-biasa saja yang tak ada artinya namun jika dikolaborasikan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kita dan untuk orang lain juga.

Sabtu, 06 April 2013

DAMPAK POSITIF MODERNISASI

Pada dasarnya semua bangsa dan masyarakat di dunia ini senantiasa terlibat dalam proses modernisasi, meskipun kecepatan dan arah perubahannya berbeda – beda. Proses modernisasi sangat luas, hampir tidak dapat dibatasi ruang lingkup dan masalahnya, mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, politik dsb. Menurut Wijoyo Nitisastro; Modernisasi mencakup suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern (teknologi dan organisasi sosial) kearah pola-pola ekonomis dan politis. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto: Modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial, yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan (social planning).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat digaris bawahi, Modernisasi adalah proses transformasi dari suatu perubahan kearah yang lebih maju atau meningkat dalam kehidupan masyarakat. Modernisasi juga dapat diartikan
sebagai kegandrungan untuk menerima gagasan-gagasan baru, mencoba metode-metode baru, dan menyatakan pendapat, serta peka terhadap waktu, dan kepercayaan terhadap Iptek.
Modernisasi

Modernisasi berasal dari kata modern (maju), modernity (modernitas), yang diartikan sebagai nilai-nilai yang berlaku dalam aspek ruang, waktu, dan kelompok sosial lebih luas atau universal. Sedangkan yang lazim dipertentangkan dengan konsep modern adalah tradisional, yang berarti sesuatu yang diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Modernisasi menunjukkan suatu perkembangan dari struktur sistem sosial, suatu bentuk perubahan yang berkelanjutan pada aspek-aspek kehidupan ekonomi, politik, pendidikan, tradisi dan kepercayaan dari suatu masyarakat, atau satuan sosial tertentu. Modernisasi juga merupakan proses perubahan masyarakat beserta dengan kebudayaannya dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju modern.
Modernisasi dan globalisasi merupakan suatu perkembangan baru yang memunculkan pengaruh-pengaruh yang menguntungkan maupun merugikan, oleh sebab itu sebaiknya proses modernisasi dan globalisasi harus di seleksi secara matang dan bijaksana agar tidak menimbulkan pengkerdilan kemampuan manusia, serta pengkerdilan struktur budaya masyarakat setempat. Melalui modernisasi dan globalisasi akan terjadi suatu aliran ilmu pengetahuan,teknologi,dan budaya-budaya khususnya dari Negara-negara maju menuju ke Negara-negara berkembang dan terbelakang, disisi lain aliran ilmu pengetahuan dan teknologi budaya ini pasti akan menggusur dan memarginalkan budaya-budaya lokal.

Modernisasi di bidang Busana
Mode, adalah gerak masyarakat berpakaian dalam gaya tertentu sesuai ekspresi masanya (Zaman, 2001:1), sedangkan busana merupakan kebutuhan biologis (biological needs) dan kebutuhan kebudayaan (culture needs), bahkan saat ini sudah berkembang menjadi kebutuhan gaya hidup (life style needs). Busana tidak hanya menjadi alat untuk melindungi tubuh dari pengaruh udara sekitarnya, tetapi merupakan sarana untuk mengekspresikan diri bagi pemakainya.
Perkembangan busana yang makin pesat, dan siklus mode berputar silih berganti, mode busana yang diterima oleh masyarakat akan menjadi trend busana, sedangkan mode yang tidak diterima akan diabaikan begitu saja. Perkembangan teknologi yang semakin mengglobal, membuat gaya busana cepat berkembang, sehingga mode yang sedang digemari di negara lain dapat segera diadaptasi juga oleh masyarakat di Indonesia melalui modernisasi di bidang teknologi yang bernama internet. Modernisasi teknologi, membawa dampak yang hebat pada sektor lain diantaranya yaitu busana.
Modernisasi fashion atau busana, dapat diartikan sebagai perubahan suatu budaya dalam arti kebiasaan seseorang yang tradisional menjadi lebih modern atau mengikuti perubahan jaman. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia banyak yang berkiblat ke adat barat, namun apa boleh dikata budaya barat memang sudah terlanjur menjadi bagian dari budaya busana masyarakat kita dan tidak mungkin untuk di hilangkan lagi.

Modernisasi di bidang fashion,

erlangsung sangat cepat bersamaan dengan perkembangan teknologi, Perkembangan teknologi yang semakin mengglobal, membuat gaya busana cepat berkembang, sehingga mode yang sedang digemari di negara lain dapat segera diadaptasi juga oleh masyarakat di Indonesia. Busana yang berkembang begitu cepat, sering membuat kejutan bagi orang-orang yang bergerak di bidang busana, karena sering terjadi hal-hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dampak Modernisasi Busana
Modernisasi sesungguhnya merupakan suatu perkembangan dari nasionalisasi, yaitu suatu gerakan untuk membuat segala sesuatu menjadi rasional dan dapat di terima oleh nalar manusia dampaknya adalah budaya-budaya tradisional yang bersifat irasional akan termarginalisasikan bahkan hanyut oleh budaya-budaya modernisasi. Kondisi yang demikian ini telah membuat masyarakat dunia menjadi suatu system pergaulan, apalagi dengan dibukanya system perdagangan bebas dari seluruh masyarakat dunia. Upaya-upaya ini berbentuk perombakan pandangan-pandangan irasional menjadi pandangan-pandangan yang rasional sehingga efektivitas dan produktifitas manusia meningkat.
Dampak dari adanya modernisasi di bidang busana terhadap budaya busana Indonesia amat beragam, tidak semuanya berdampak negatif, namun ada juga yang berdampak positif. Dampak negatif dari modernisasi busana, menjadikan budaya busana asli Indonesia semakin terkikis, selain itu modernisasi ini menjadikan banyak anak muda atau remaja yang gaya busana mereka berubah/meniru gaya selebritis.

Dampak positifnya,
 masyarakat kita menjadi tidak ketinggalan jaman dalam bidang fashion, perkembangan mode yang terjadi di belahan dunia lain, saat ini juga sudah dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat lewat teknologi internet.
Sebagaimana disinggung di atas, bahwa di balik keuntungan akibat modernisasi busana, juga muncul pengaruh-pengaruh negatif yang merugikan kelompok-kelompok masyarakat tertentu yaitu: modernisasi busana yang sering kali menjadikan perilaku masyarakat yang konsumtif, penurunan kualitas moral manusia (demoralisme), keresahan sosial yang diakibatkan oleh mode yang terlalu vulgar, dan meningkatnya sikap egois dan materialis.
Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, seperti perubahan dari masyarakat tradisional menjadi modern, ternyata tidak seluruh masyarakat dapat menerimanya, tetapi ada sebagian masyarakat yang tidak dapat menerimanya. Masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan biasanya masih memiliki pola pikir yang tradisional dan kental, sehingga mereka tidak mudah dengan begitu saja dipengaruhi dengan hal-hal yang baru, apalagi yang kaitannya dengan keyakinan atau sistem kepercayaan yang telah diyakini secara turun temurun.
Masyarakat tradisional cenderung lebih sulit menerima budaya asing yang masuk ke lingkungannya, namun ada juga masyarakat yang mudah menerima budaya asing dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan unsur budaya asing tersebut biasanya membawa kemudahan dan manfaat yang besar bagi kehidupannya, atau unsur kebudayaan yang mudah menyesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut.

Modernisasi Busana di Indonesia

Jaman modern diawali dengan adanya revolusi industri di Negara-negara belahan barat. Imbas dari revolusi tersebut sangat luar biasa dan menyusup pada hampir seluruh bangsa-bangsa di dunia, termasuk di Indonesia. Revolusi industri
melahirkan teknologi dalam banyak segi kehidupan manusia, di antaranya industri pakaian/busana. Unsur-unsur kehidupan lama yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat mendapat pupuk modernism, yang kemudian bangkit dan berorientasi ke Barat. Dalam urusan tata busana, pengaruh modern ini benar-benar sangat mencengangkan, apapun yang dihasilkan oleh para perancang mode di Barat dalam sekejap dapat disaksikan di sini melalui berbagai media elektronik maupun cetak.
Pakaian mencerminkan emosi pemakainya, sekaligus mempengaruhi perilaku orang lain. Ketika kita berjumpa dengan seseorang, kita akan mengkategorikan orang tersebut dalam satu kategori yang terdapat di dalam memori kita. Kita akan segera mengelompokkan orang tersebut ke dalam kategori mahasiswa, cendekiawan, penjahat, dsb. Penetapan kategori itu berdasarkan gambaran yang tampak, petunjuk wajah, petunjuk bahasa dan petunjuk artifaktual. Dalam waktu yang singkat, pada umumnya seseorang menggunakan petunjuk artifaktual, dalam hal ini busana. Karena busana terlihat sebelum terdengar.
Busana yang bersumber dari kebudayaan daerah, kini hanya dikenakan dalam peristiwa-peristiwa tertentu saja, seperti untuk kepentingan upacara adat, sedangkan dalam hidup sehari-harinya masyarakat pada umumnya lebih suka menggunakan busana yang cenderung ke barat-baratan dengan berbagai pertimbangan antara lain; praktis, dalam arti mudah dikenakan untuk setiap kesempatan.
Berbusana sesungguhnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan biologis untuk melindungi tubuh dari cuaca, akan tetapi sangat berkaitan erat dengan adat istiadat maupun pandangan hidup masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat di daerah, ketika mereka berbusana pada umumnya sangat memperhatikan ragam busananya dan mengaitkan dengan peristiwa-peristiwa tertentu, selain tentu saja dengan kedudukan sosial si pemakai. Secara implisit, fungsi busana bagi manusia semakin berkembang dan kompleks sejalan dengan makin meningkatnya peradaban manusia. Suatu karya seni dalam hal ini seni menciptakan busana, perhiasan dan kerajinan lainnya bukan semata-mata sebagai benda fungsional atau benda kebudayaan yang mempunyai isi melainkan juga mencerminkan nilai-nilai tertentu yang merupakan kekayaan budaya suatu bangsa.

Perilaku Berbusana Remaja
Remaja adalah masa transisi dimana seorang anak-anak beranjak menjadi lebih dewasa, masa seseorang sedang mencari identitas diri, masa yang labil yang sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru dalam kehidupannya. Pada saat-saat seperti inilah diharapkan para remaja mendapatkan perhatian yang ekstra dari orang tuanya, dan mendapatkan pergaulan serta lingkungan yang baik.
Pengaruh dari luar sangat mudah merasuki kehidupannya yang masih sangat labil, contohnya; pengaruh gaya jajan, gaya bicara, gaya hidup, serta gaya busananya. Mereka sangat bangga jika dapat tampil meniru gaya selebriti, atau bergaya kebaratan, pada usia ini mereka menganggap semua yang tradisional adalah kuno dan ketinggalan jaman, serta tidak layak untuk diikuti lagi.
Remaja mempunyai banyak cara untuk mencari perhatian. Beberapa di antaranya adalah tampil dengan gaya busana yang berani tampil beda dari yang lain. Mereka, kaum remaja sering terlihat aneh dengan penampilan yang kadang mengundang kontroversi. Gaya hidup remaja khususnya remaja puteri yang senang mengenakan pakaian minim yang kelihatan auratnya, merupakanm salah satu perilaku yang kurang baik dan tidak sopan. Sebab tindakan tersebut dapat menarik perhatian dan gairah seks lawan jenisnya sehingga perilaku tersebut merupakan salah satu pemicu/penyebab tindak kejahatan yaitu pemerkosaan. Sebagai remaja yang beradab, tentunya harus dapat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan kesantunan dalam berpakaian. Selain itu ajaran agama juga merupakan cara yang efektif dalam mencegah terjadinya prilaku seperti ini. Karena dalam agama tertuang ajaran-ajaran mengenai cara berbusana yang baik dan bernar. Serta akibat-akibat buruk yang bisa terjadi pada wanita yang berbusana seperti telanjang, baik akibat buruk didunia maupun diakhirat kelak.
Modernisasi dalam bidang busana, hendaknya tetap berarti suatu kemajuan yang rasional dalam segala bidang, maksudnya, meskipun kita berkiblat pada budaya barat, namun pertimbangan-pertimbangan rasional, seperti segi kepantasan, memperhatikan situasi dan kondisi di mana busana itu dikenakan tetap harus diperhatikan. Modernisasi dalam bidang busana, juga berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup di masyarakat, maksudnya adat istiadat dan tradisi kesopan santunan dalam berbusana jangan diabaikan, sehingga kultur budaya Indonesia benar-benar tidak akan hilang dari bumi ini.

Kesimpulan
Modernisasi dapat berakibat suatu kemajuan, atau mungkin kemunduran pada masyarakat. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kecakapan-kecakapan, kemajuan ilmu pengetahuan dan penguasaan terhadap perkembangan teknologi.
Remaja tidak perlu harus berubah seperti orang Barat untuk menunjukkan identitasnya, hal-hal baik pada perkembangan busana yang sesuai dengan kultur dan agama boleh diambil, akan tetapi mode yang tak sesuai dengan adab dan tata kesusilaan Negara kita hendaknya diabaikan. Unsur-unsur positif yang meliputi perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, industri, dll, tidak ada salahnya untuk ditiru, diadopsi atau dibeli, selama tujuan kita untuk kebaikan.
Apapun alasannya, setiap masyarakat dituntut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan terhadap teknologi. Modernisasi dan Westernisasi harus dihadapi dengan rasional dan manusiawi, kita harus mempersiapkan filter agar tak salah dalam menafsirkan dan menggunakannya. Hendaknya kita juga tidak menutup diri, tetapi juga jangan terlalu bebas dalam menerima kultur budaya barat, yang sangat praktis dan cenderung terbuka.

SISTEM TATA SURYA


Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

*  Matahari  
Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149,680,000 kilometer (93,026,724 mil). Matahari dan delapan buah planet membentuk tata surya. Matahari memiliki diameter 1,391,980 kilometer dengan suhu permukaan 5.500 ° C dan suhu inti 15 juta ° C. Matahari dikategorikan sebagai bintang kerdil jenis G. Cahaya dari matahari memakan waktu 8 menit untuk sampai ke Bumi dan cahaya yang terang ini dapat mengakibatkan siapapun yang memandang terus kepada matahari, menjadi buta.
Matahari merupakan salah satu bola plasma dengan massa sekitar 2 x 1030 kg. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar unsur hidrogen ke helium melalui reaksi fusi nuklir pada tingkat 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat. Matahari dipercayai terbentuk pada 5.000 juta tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1.41 dibandingkan massa air. Jumlah energi matahari yang sampai ke permukaan bumi disebut konstan surya menyamai 1.37 kilowatt semeter persegi setiap saat.

Matahari berputar 25.04 hari bumi setiap putaran dan mempunyai gravitasi 27.9 kali gravitasi bumi. Ada julangan gas teramat panas yang bisa mencapai 100.000 kilometer ke angkasa. Lidah matahari ini bisa mengganggu gelombang komunikasi seperti radio, televisi dan radar di bumi dan mampu merusak satelit atau stasiun angkasa yang tidak dilindungi. Matahari juga menghasilkan gelombang radio, gelombang ultra-violet, sinar inframerah, sinar-X, dan angin surya yang merebak ke seluruh tata surya.

* Meteor 
Meteoroid adalah Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul. Meteoroid ini berasal dari reruntuhan komet dan asteroid yang mengorbit matahari. Kadang-kadang ada juga meteoroid yang berasal dari benda langit yang lain, seperti planet-planet dan bahkan bulan.
Sebuah meteoroid yang masuk ke atmosfir bumi yang mengakibatkan dia panas dan bercahaya disebut dengan “meteor”. Meteor disebut juga dengan bintang jatuh. Sedangkan meteoroid yang mampu mencapai dan menabrak tanah di permukaan bumi disebut dengan “meteorit”.

*Asteroid
Asteroid adalah benda-benda langit kecil yang mengelilingi matahari. Lintasan pergerakan asteroid dalam mengelilingi matahari berbentuk lingkaran, tetapi kadang juga beberapa asteroid mempunyai lintasan pergerakan yang lonjong. Letak lintasan/orbit asteroid dekat dengan ekliptika. Pada dasarnya asteroid tidak
mempunyai angkasa. Asteroid terbesar adalah Ceres dengan diameter 750 kilometer. Asteroid bergerak mengelilingi matahari mempunyai kala revolusi rata-rata 4 sampai 6 bulan. Ada sebuah asteroid yang berorbit lonjong dan pernah mendekat ke laut bumi, yaitu asteroid Icarus. Sebagian besar asteroid terkumpul atau berkerumun di orbit Mars dan Jupiter. Sekumpulan asteroid ini disebut sabuk asteroid. Sebanyak  23 asteroid  mempunyai  orbit yang memotong bumi yang disebut  asteroid Apol lo, 75  asteroid memotong orbit Mars dan 16 asteroid dinamakan Trojan karena mengikuti Jupiter dalam orbitnya.
*Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.
*Planet
Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya.
Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut orang sebagai bintang fajar.
Kata planet berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan planet terhadap bintang tidaklah tetap. Planet adalah benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang (Matahari). Sebagian besar planet mempunyai pengiring atau pengikut yang disebut Satelit yang beredar mengelilingi planet.
Pada intinya planet dalam tata surya dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama dimiliki oleh jenis Planet Terestrial; dimana planet ini merupakan planet yang memiliki sifat “kebumian” baik ukuran, massa, massa jenis, maupun komposisi kimianya (mereka semua memiliki permukaan padat).
Yang termasuk dalam Planet Terestrial adalah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
Sedangkan kelompok planet dalam tata surya yang kedua adalah kelompok Planet Jovian; planet ini tidak memiliki sifat “kebumian”. Planet dalam kelompok Jovian tersusun atas kumpulan gas.
Gas-gas ini memiliki ukuran yang besar tanpa permukaan padat yang bisa di pijak. Planet-planet ini memiliki tekanan yang besar sehingga bisa menghancurkan segala sesuatu yang masuk ke dalam atmosfernya. Contoh planet dalam kategori kedua ini adalah Planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus 

*Bintang
Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya.
Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari, sedangkan Matahari sendiri dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti pelanet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus dan jupiter.Pojok Pedia
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.
Oleh karena itulah bintang katai memiliki warna lebih putih dan bintang neutron yang sudah tak pernah memancarkan cahaya atau energi tetap disebut juga dengan bintang.
Matahari adalah jenis bintang yang terdekat dengan bumi, dimana Matahari memiliki jarak dengan bumi sekitar 149,680,000 kilometer serta diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus yang berjarak kurang lebih empat tahun cahaya.


sumber

                                    http://www.scribd.com/doc/47174784/PENgERTIAN-TATASURYA
                                    http://maszhiday.blogspot.com/2012/11/pengertian-asteroid.html
                                    http://www.scribd.com/doc/47174784/PENgERTIAN-TATASURYA